Garda Muda Deno-Madur Siaga Pilkada

floressmart.com- Garda Muda Deno Madur (GM1DM) menyiagakan “pasukanya” jelang Pilkada. Seluruh kordinator Garda dari 12 kecamatan diberi pembekalan untuk mengawal proses serta hasil Pilkada Manggarai, Minggu 6 Desember 2015.

“Proses yang sehat, melahirkan pemimpin yang bermartabat, jujur, dan bisa membawa perubahan” Kata Kordinator GM1DM No Usen Kopong dihadapan  peserta pembekalan.

Pilkada yang tidak sehat,  kata No Kopong, berpangkal dari niat politik yang buruk untuk mendapat jabatan publik. Tindakan politik tidak sehat itu di antaranya praktik jual beli suara, eksploitasi isu suku, agama, dan ras, intimidasi, manipulasi hasil perolehan suara, dan upaya mendesain dengan sengaja konflik politik Manggarai agar Manggarai ricuh.

Baca juga  Forum Pemuda Manggarai Gelar Festival Seni Dan Budaya

Dia menjelaskan, Garda Muda Siaga, merupakan, aksi nyata Garda Muda untuk menangkal bentuk politik busuk dalam Pilkada Manggarai. Bentuk-bentuk kesiagaan itu di antaranya memetakan potensi politik uang, menginformasikan kepada pusat informasi Garda, melakukan konsolidasi tingkat bawah untuk menjerat pelaku politik uang, mendokumentasikan dengan foto dan video melaporkan ke Sentra Penegak Hukum Terpadu (Gakumdu), dan mengawal proses penyelesaian dan pembuktian.

“Garda Muda Siaga akan bekerja keras dari tanggal 7 sampai 11 Desember 2015. Aksi ini melibatkan 12.000 anggota dan simpatisan Garda di 12 Kecamatan. Para anggota Garda Muda terdiri dari para profesional, dosen, mahasiswa, peneliti, pengusaha muda, dan aneka profesi lain yang simpatik akan kerja dan program Deno-Madur” Ujarnya.

Baca juga  Angkat Soal Kuitansi Fiktif PKK di Sidang Dewan, Bupati Deno Beri "Sinyal Bahaya" ke Marsel Ahang

#selamatkanmanggarai

Di dunia maya, Garda Muda Deno Madur sedang gencar menggunakan hastag “Satu Hati #selamatkanmanggarai.” Mengapa? Kepemimpinan Manggarai bukan saja soal re-generasi (pemberian tongkat estafet dari generasi ke generasi) atau de-generasi (mampetnya sirkulasi elite lokal).

Sementara desk strategi Garda Muda DM, Nick Decky menjelaskan, kepemimpinan yang berkualitas dituntut bertanggung jawab untuk membuat Manggarai makin maju dalam bidang pendidikan, kesehatan, pertumbuhan ekonomi, infrastruktur dasar, ketenagakerjaan, dan investasi.

Manggarai hari ini, kata Nick,  tidak butuh pemimpin yang egois melainkan bisa bekerja sama dengan segenap pemangku kepentingan.

“Manggarai tidak butuh pemimpin feodalistik, melainkan pemimpin yang merakyat, yang mampu menangkap kebutuhan dasar warganya”Kata Nick Decky.

Sementara pembicara lain, Yani Rewos  (Ko-Inisiator Garda Muda), mengatakan, masyarakat Manggarai tidak boleh sesat dalam memilih pemimpin, karena salah pilih akan menyesatkan dalam lima tahun ke depan.

Baca juga  Mengintip Serunya Kuis “Pintar’ Primagama Di Festival Seni Dan Budaya Manggarai

Apalagi menurutnya,memilih pemimpin yang bombastis hanya akan membawa pemilih pada jebakan-jebakan yang kelihatannya rasional, padahal tidak demikian.

“Dengan memadukan daya rasional dan emosional, masyarakat Manggarai kiranya mampu membedakan mana dari dua pasangan calon yang mampu memimpin Manggarai” Yani menandaskan.

“Demokrasi melalui pilihan langsung memang selalu terjebak rezim suara mayoritas. Siapa yang mendapat suara terbanyak, dialah yang akan memipin Manggarai ke depan. Karena itu, mantapkan pilihan kita untuk memilih Deno-Madur. Coblos No 1, ” tutup Yani Rewos. (jhs/Arl)

Beri rating artikel ini!
Tag: