Pasca Bom Sarinah Labuan Bajo Siaga Satu

floressmart.com- Serangan teror yang terjadi di Sarinah, Jakarta Pusat pada Kamis 14 Januari 2016 menghenyak tanah air. Serangan kelompok radikal itu menewaskan tujuh orang dan melukai sedikitnya 27 orang. Dihari yang sama Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) menetapkan status siaga satu seluruh Indonesia sejak pukul 17.00 WIB.

“Itu karena persebaran jaringan terorisme di seluruh Indonesia, kita tidak bisa prediksi kemana kelompok pelaku lari, tempat persembunyiannya,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Anton Charliyan di Mabes Polri, Kamis malam.

Baca juga  Pemilu 2019 Milik Generasi Milenial, Relawan Garuda Siap Kawal AHY

Siaga satu juga berlaku di Labuan Bajo Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur.  Jajaran Kepolisian di kota pariwisata internasional itu diperketat.  Peningkatkan kesiagaan pengamanan terlihat dibeberapa titik  seperti Bandara Internasional Komodo dan penyeberangan menuju pulau Komodo, Rinca dan obyek pariwisata lainya seperti pantai Pede yang selalui ramai dikunjungi masyarakat. Maksimalisasi pengamanan juga terlihat di pelabuhan Pelni Labuan Bajo-Sape NTB. Polisi dan Tentara bersenjata lengkap.

“Bandara Komodo dan Pelabuhan Pelni kita tingkatkan pengamananya. Anggota juga berjaga di lokasi pariwisata dalam kota Labuan Bajo, yakni pantai Pede yang selalu ramai” Kata Kapolres Manggarai Barat AKBP.Supiyanto, Jumat 15 Januari 2016.

Baca juga  Dituduh Terlibat "Skandal", Uskup Ruteng Didesak Mundur

“ Apalagi, Labuan Bajo merupakan tujuan wisata mancanegara,pintu masuk menuju pulau Komodo,Rinca dan obyek pariwisata lainya. Kita harus jamin keamanan turis dan masyarakat di sini,”Sambung dia.

Harapanya, kata Supiyanti, agar masyarakat  lebih peka mendeteksi orang yang dicurigai. Kewaspadaan dan upaya memerangi teroris dimulai dengan mengawasi lingkunya.

“Ada yang dicurigai segera lapor polisi,”Katanya menghimbau.

Dihubungi terpisah Komandan Kodim 1612 Manggarai Letkol. Kav. Imron Rosadi mengatakan pihak TNI AD juga siaga satu di dua wilayah hukum KODIM 1612 yakni Manggarai dan Manggarai Barat. Meski tak begitu Nampak, TNI kata Dandim Rosadi selalu siaga dalam situasi apapun.

Baca juga  Ini Dia ‘Tentara’ Hortikultura Dari Manggarai

“Patroli saja ke sejumlah obyek vital di Ruteng. Untuk Labuan Bajo kita perkuat  kepolisian di Bandara Komodo dan pelabuhan” UJarnya.

Manggarai Barat punya cerita penangkapan terduga teroris. Pada Sabtu 18 April 2015, personel gabungan TNI, Polri beserta tim Densus 88 Mabes Polri berhasil membenkuk salah seorang terduga teroris jaringan Bima NTB bernama Sarifudin alias Sarif. (jhs)

Beri rating artikel ini!