Kasus Stella Maris, Ini Komentar Komisi III DPR-RI

floressmart.com- Anggota polisi dari Polres Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur menganiaya beberapa siswa SMK Stella Maris Labuan Bajo, Sabtu 23 Januari 2016 kemarin. Penyerangan itu terjadi sekitar pukul 10.15 Wita saat kegiatan belajar mengajar masih berlangsung. Diberitakan, pelaku bernama Orlando Sebo.

Aksi koboi Brigadir Orlando Sebo menyebabkan tiga siswa SMK Stella Maris menderita luka serius, masing-masing Adrianus Hamu,Viki dan Roinaldus Tanus. Sejumlah guru di sekolah itu yang berusaha menghadang pelaku nyaris digebuk. Beberapa saksi menuturkan, para pelaku penyerangan memakai seragam polisi ada juga yang berpakayan preman.

Kekerasan yang melibatkan institusi kepolisian itu menuai kecaman dari wakil ketua komisi III DPR-RI, Beny K Harman. Politisi partai Demokorat itu  mendesak Kapolres Manggarai Barat untuk menindak tegas anak buahnya yang terlibat dalam penganiayaan itu. Apalagi lanjut dia korban dalam penyerangan itu adalah pelajar.

“Kapolres disana harus tahan anggotanya itu. Proses sesuai undang-undang yang berlaku. Saya kira para korban masih dibawah umur. Kapolres jangan coba-coba bela anak buah,” Kata Benny Harman dihubungi Ahad 24 Januari 2016.

Baca juga  Sempat Dikira Perempuan,Mayat Di Bangka Leda Ternyata Laki-Laki

“Saya minta pihak sekolah menulis kronologi kejadianya. Saya akan teruskan ke petinggi Polri. Polisi yang diinginkan Negara adalah yang mengayomi. Yang berprilaku preman harus diberangus,”Kata mantan ketua Komisi III itu menambahkan.

Cinta Monyet

Terpisah, Kapolres Manggarai Barat AKBP. Supiyanto mengatakan pihaknya sudah menerima laporan pihak SMK Stella Maris. Kapolres Supiyanto memastikan laporan penganiayaan tersebut diusut tuntas.

“Penyidik memeriksa korban dan saksi-saksi besok (senin)” Ujarnya.

Dia menjelaskan, kasus tersebut dipicu masalah cinta monyet yang melibatkan adik pelaku bernama Renol yang merupakan siswa di sekolah itu.  Kata dia, kekasih dari adik pelaku memutus cinta karena kahadiran pihak ketiga yakni Viki. Akhir-akhir ini, kata AKBP.Supiyanto,adik pelaku (Renol) sering memergoki kekasihnya berinisial I sering berduaan dengan korban Viki. Bahkan lanjutnya, sehari sebelumnya Renol dan Viki sempat berkelahi rebutan cewek I. Dalam perkelahian itu Viki dibantu rekanya Evan.

Baca juga  PPK : Jefri Teping Dibekukan, PHO Hampir Rampung

“ Informasi sementara ,anggota kita rupanya iba dengan adiknya yang nama Renol karena pacarnya jadian sama Viki,”  Kata AKBP.Supiyanto menjelaskan.

Kronologi

Korban Adrianus Hamu menuturkan, tindakan brutal itu dipimpin seorang oknum polisi bernama Orlando Sebo. Kata Adrianus, Orlando saat tiba di kintal sekolah berteriak memanggil siswa bernama Viki dan Stevan. Polisi yang terlihat sangat emosoi itu lalu mendekati Adrianus yang sedang berdada di luar ruangan kelas dan menyuruh memanggil orang yang tengah dicarinya itu.

“Panggil kau punya kawan yang namanya Viki dan Evan ke sini. Saya ini polisi nama saya Orlando Sebo kakanya Renol yang kemarin dipukul Viki dan Evan” Kata Adrianus kepada wartawan.

Belum sempat pergi memanggil Viki lanjut Adrianus, adik dari oknum polisi tersebut yang bernama Renol yang juga merupakan siswa di sekolah itu datang menemuai kakaknya yang sedang emosi itu. Tugas untuk memanggil Viki dan Stevan diserahkan kepada Renol disusul Orlando . Khawatir  temanya Viki dipukul, Adrianus pun mengikuti kakak beradik itu.

Baca juga  Kasus Alkes Matim Sudah Tahap Penyidikan, Jaksa Belum Tetapkan Tersangka

Tapi sayang upaya untuk menyelamatkan Viki sia-sia. Viki digebuk Orlando berkali-kali di samping WC sekolah. Tak berhentidi situ, Orlando ditemani dua orang rekanya merangsek masuk  ke dalam ruangan kelas satu pariwisata. Adrianus sempat berusaha mencegah dan mengajak bicara. Tapi Orlando justru mendorong Adrianus hingga terjatuh.

Kepala sekolah SMK Stella Maris, pastor Yohanes Hardin mengatakan kasus tersebut sudah diserahkan ke Polres Manggarai Barat. Sementara korban luka sempat ditangani medis. Selain melaporkan kasus itu ke polisi, pihak sekolah juga melaporkan kasus penyerangan itu ke Komnas HAM di Jakarta.

“Kami sudah bertemu Kapolres dan melaporkan kasus itu secara resmi. Ke Komnas HAM juga sudah. Besok (Senin) kami akan mendatangi Polres Mabar membawa para korban dan saksi-saksi”Ujar pastor Yohanes. (jhs)