Longsor, Ruteng-Reo Putus, Ups ! Ada Yang Cari Untung

floressmart.com- Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur lima hari terakhir menyebabkan jalur lalu lintas Ruteng-Reo tertimbun tanah longsor. Longsor sepanjang 30 meter dengan tinggi hampir enam meter itu terjadi di kilo meter 12 Kampung Bengkang Desa Ndehes Kecamatan Wae Rii. Tebing setinggi belasan meter  runtuh pada Minggu malam,24 Januari 2015.

Puluhan kendaraan terlihat tertahan di lokasi longsor. Belasan truk pengangkut BBM menumpuk di dua arah. Bahkan supir tanki BBM mengaku mereka tertahan di lokasi longsor sejak senin subuh.

“Kita star dari Ruteng jam 5 subuh tadi. Tapi sampai di sini tidak bisa meneruskan perjalanan ke depo pertamina Reo akibat longsor,”Ujar Frans supir tanki Solar.

Para pemilik kendaraan sempat marah-marah karena Pemda Manggarai lamban mengatasi longsor.

Baca juga  Polisi Di Manggarai NTT Menari Dengan Pakayan Adat Lengkap Memeriahkan HUT Kemerdekaan

“Bagaimana tidak emosi kita pak, longsor terjadi tadi malam. Mestinya alat berat sudah ada di sini pagi tadi. Lihat sudah sampai sekarang alat berat belum juga datang” Kata Alfon,supir truk yang mengaku tertahan di lokasi longsor selama tujuh jam.

Aksi Cari Untung

Ada hal miris terjadi di lokasi longsor Bengkang. Pantauan floressmart.com, Sejumlah orang menwarkan jasa dorong kepada pemilik kendaraan roda dua. Walhasil tidak sedikit pengendara sepeda motor memilih nekat menerobos longsor menggunakan jasa dorong motor meski dengan harga lumayan mahal. Selain warga setempat ada juga sejumlah supir cari untung di situ. Satu motor dibayar Rp.10.000 rupiah.

“Kerja dari pagi hingga siang kami dapat Rp.140.000. Kami ada dua kelompok masing-masing tiga orang tukang dorong motor di sini” Kata Sebas pemuda tanggung asal Bengkang.

Baca juga  Panitia Hewan Kurban di Ruteng Bagikan 954 Kantong Daging

Meski lokasi longsor dijaga belasan polisi tapi aksi cari untung itu seolah dibiarkan. Sempat terjadi perang mulut karena oknum tukang dorong motor meminta bayaran hingga Rp.20 ribu rupiah.

“Saya dan teman ini  bidan di Cibal. Sekarang ada pasien mau partus tapi kami tertahan di lokaso longsor. Sekarang kami sudah bisa lewat tapi kami harus bayar Rp.20.000 padahal kesepakatan awal Rp.10.000. Keterlaluan  ini orang,”Kata bidan desa itu bernada kesal.

Longsor Diatasi

Material longsor baru bisa dievakuasi setelah kepala dinas Pekerjaan Umum setempat I Ketut Swastika tiba dilokasi sekitar pukul 13.12 Wita disusul dua alat berat eksavator dan loader. Hanya dalam waktu satu jam, longsor besar itu akhirnya teratasi. Kendaraan pun bisa melanjutkan perjalanan.

Baca juga  DPRD Ingin Upaya Penanggulangan Stunting di Manggarai Dianggarkan Khusus, Pemerintah : Masalah Nomenklatur

Kadis Swastika menjelaskan, alat berat terlambat tiba di lokasi longsor Bengkang karena sejumlah alat berat milik dinas PU sedang mengatasi longsor di beberapa titik di Kecamatan Cibal dan Rahong Utara.

“Alat berat yang didatangkan ini baru saja mengatasi longsor di tempat lain di kecamatan Cibal. Tapi sekarang aman, oto sudah bisa lewat”Kita Kadis Ketut.

“ Mulai hari ini kami siagakan alat berat di jalur Ruteng-Reo. Sehingga kalau terjadi longsor cepat teratasi sehingga pasokan BBM ke kota Ruteng tetap lancar”  Katanya menambahkan. (jhs)