Wae Pesi Meluap, Desa Salama Banjir

floressmart.com– Tak hanya mengakibatkan banyak terjadi longsor sepanjang ruas jalan Ruteng-Reo, hujan deras yang mengguyur kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur Sabtu malam kemarin juga menyebabkan banjir di kampung Kadong Desa Salama Kecamatan Reo. Banjir terjadi akibat meluapnya kali Wae Pesi.

Warga mengatakan, banjir terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 Wita. Dijelaskan,ketinggian air terus bertambah seiring makin derasnya guyuran hujan yang berlangsung hingga Minggu pagi. Pada pukul 05.00 subuh, ketinggian air dilaporkan mencapai tiga meter.

Baca juga  Belasan PNS di Manggarai yang Terlibat Korupsi Dipecat

Selain menggenangi puluhan rumah warga Kadong, banjir juga menerjang terminal Reo di Desa Salama. Dikatakan,air baru surut pada Minggu sore. Terminal Reo yang belum diresmikan itu nampak seperti kolam lumpur.

“Perabot rumah tangga basah dan rusak. Kami tidak sempat menyelamatkan barang-barang. Banjir terjadi subuh,” Kata Hasan Hamid warga kampung Kadong dihubungi Minggu 31 Januari 2016.

Baca juga  Dokumen Pemecatan ASN "Dibocorkan", Bupati Deno : Ini Mirip Klandestin

Pria 50 tahun itu mengungkapkan, kampung Kadong sudah menjadi langganan banjir saat curah hujan tinggi. Kata Hamid, meluapnya air kali Wae Pesi juga akibat banjir kiriman dari sejumlah kali besar dari Kecamatan Langke Rembong, Cibal dan Rahong Utara.

“ Kalau akhir Januari dan pertengahan Pebruari hati-hati sudah. Sudah pasti kampung Kadong ini kebanjiran,” Ujar Hamid menjelaskan.

Baca juga  Ribuan Peserta Tes CPNS di Manggarai Antre Kartu Ujian

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai telah berada di Reo untuk melakukan pendataan kerusakan rumah warga akibat banjir Salama.

“Kami sudah di desa Salama dan langsung melakukan pendataan kerusakan. Sudah 16 rumah yang periksa. Kondisi di sini memang memprihatinkan,” Kata Ari Nuhan staf BPBD Manggarai. (jhs)

 

 

 

 

 

 

Beri rating artikel ini!