Tiga Jam Menyusuri Irigasi Jebol Jadi Tugas Perdana Deno-Madur

floressmart.com– Tak mau lama-lama menikmati euforia pasca dilantik sebagai bupati dan wakil Bupati Manggarai Nusa Tenggara Timur, duet Kamelus Deno – Viktor Madur mulai menyingsingkan lengan baju. Keduanya menyatakan siap kerja dengan tiga kata sakti; Fokus,Terukur dan Tuntas.

Hari pertama bertugas, Deno-Madur langsung meninjau bendungan dan irigasi Wae Lamba dua di kelurahan Golo Dukal, Sabtu 20 Februari 2016. Jaringan irigasi sepanjang 1,5 kilo meter itu jebol di tiga titik akibat hujan deras awal hingga pertengahan Februari yang menyebabkan rusaknya  jaringan irigasi pertanian.

Baca juga  Mengintip Semaraknya Penjemputan Bupati Deno Dan Wabup Madur

Untuk menjangkau tiga titik kerusakan, Deno-Madur harus berjalan kaki selama 1,5 jam, dari persawahan Taga bagian barat hingga menelurusi irigasi yang berhulu di bendungan Wae Lengkas. Ikut pula Plt BPBD Marsel Gambang, Kabag Humaspro Sipri Jamun, Dirut PDAM Klemens Mans didampingi staf dinas PU dan BPBD.

“ Saya dan pak Viktor jalan kaki sejauh 1,5 kilo meter menelurusi irigasi yang rusak dan berakhir di bendungan Wae Lengkas. Makan waktu tiga jam hingga peninjauan bencana tuntas. Tercatat ada yang rusak sepanjang 50 meter,25 dan 20 meter,” Kata Bupati Deno saat berbincang dengan floressmart.com.

Baca juga  Ketika Yeni Deno Bicara Soal Demokrasi

Kata Deno, irigasi Wae Lomba II selama ini mengairi sedikitnya 70 hektar sawah di Kelurahan Golo Dukal dan Kelurahan Wali. Tapi setelah rusak airnya meluber ke kali. Jika tidak segera diatasi, lanjutnya, bakal mengancam sawah petani di dua kelurahan itu.

“ Setelah dihitung, panjang irigasi yang rusak parah 95 meter. Selama 14 hari masa tanggap darurat intervensi pemerintah harus sudah tuntas,” Kata bupati Kamelus Deno.

“ Saya sudah perintahkan BPBD untuk segera distribusikan pipa 4 dim ke lokasi bencana  agar fungsi irigasi kembali normal sambil menunggu program rehab rekon,” Kata Deno menambahkan.

Baca juga  Deno-Madur Mulai Berkantor di Desa

Deno menghimbau agar SKPD yang tugasnya berkaitan dengan bencana agar lebih peka jika ada laporan bencana dari masyarakat.

“ BPBD harus responsif begitu juga dengan dinas PPKAD jangan bikin mbulet pencairan uang yang ada kaitanya dengan status bencana alam. Dalam masa tanggap darurat, saya tegaskan satu hari pertama proses pencairan uang selesai,” tandas Deno. (jhs)

Tag: