Ini Kesan Dua Mantan Bupati Manggarai Tentang Gaspar Ehok

floressmart.com– Kabar meninggalnya Gaspar Parang Ehok, tidak hanya membawa duka mendalam bagi publik Manggarai Raya khususnya dan Nusa Tenggara Timur umumnya,  kepergian mantan bupati Manggarai keempat itu menyisakan kesan indah bagi dua kadernya yang juga pernah memimpin tanah Congka Sae Manggarai.

Mantan Bupati Manggarai  (2000-2005) Antony Bagul Dagur dan Christian Rotok (2005-2015) berujar tentang kegigihan Gaspar P Ehok meretas isolasi, membangun infrastruktur dari timur hingga baratnya bumi Nuca Lale , padahal kondisi anggaran saat itu terseok-seok belum lagi luas wilayah Manggarai kala itu amat luas  ( belum dibagi menjadi tiga Kabupaten; Manggarai, Manggarai Timur dan Manggarai Barat).

“Selama berkarir di pemerintahan Pak Gaspar tidak punya cacat cela dan memiliki ketegasan,”Ujar Anton Bagul menjawab floressmart.com, Jumat (26/2) di Ruteng, Manggarai.

Baca juga  Ini Tanggapan Wabup Dan Kadis PU Terkait “Ocehan” Jefri Teping Di Medsos

Gaspar Ehok kata Anton Bagul merupakan pribadi yang terbuka, tidak munafik, dan tidak menyimpan dendam. Bagul menambahkan, sebagai pemimpin, sikap disiplin, fokus, tepat sasar dalam bekerja, dan konsisten dalam prinsip menjadi karakter yang patut dipelajari dari kepribadian G P Ehok.

“Selalu dalam banyak hal ia pun meminta pendapat saya, ” tuturnya.

Bagul mencontohkan, saat penamaan Taman Makam Pahlawan (TMP) di Karot tahun 1997, Gaspar Ehok meminta masukan Bagul yang saat itu menjabat sebagai Kepala Kantor Pendidikan Dan Kebudayaan (sekarang Dinas Pendidikan Pemudan Dan Olaharaga).

“Ada dua nama yang saya usulkan dua nama pada waktu itu  yakni TMP Bombang Beli dan TMP Lalong Tana. Selama 30 menit kami berdiskusi, bliau ( Bupati Gaspar Ehok) melingkar yang nomor dua, TMP Lalong Tana,” ungkap Anton Bagul.

Baca juga  Sekda Manggarai : Pejabat Eselon II Telah Ikuti Uji Kompetensi

“Saat itu juga bliau langsung menyuruh saya menghadap pimpinan DPRD meminta persetujuan tentang kuburan pahlawan karot  menjadi TMP Lalong Tana dan semuanya setuju,” Ujar Anton menambahkan.

Setelah jabatan Bupati Manggarai (2000) berpindah tangan dari Gaspar Ehok kepada Anton Bagul, konflik tanah komunal yang sempat “tidur” kembali bermunculan. Manggarai kemudian bergolak lagi. Bermodalkan pendekatan bernuansa budaya, Anton Bagul berhasil menjinakan para jawara perang padahal genderang perang telah ditabuh.

“Itu kehebatan Ehok. Ia mengakui kelebihan orang lain, ” Ucap Bupati Manggarai kelima itu .

 Terpisah, Bupati Manggarai Keenam, Christian Rotok mengatakan Gaspar Ehok itu guru dan orang tua baginya. Christian Rotok mengaku Gaspar Ehok merupakan salah satu tokoh yang mendorong Rotok menjadi bupati Manggarai tahun 2005.

Baca juga  Tani Selamat Pelopor Hortikultura Manggarai

Dikatakan Rotok, Diawal pemerintahan Credo (sebutan Bupati Chrisitian Rotok dan Wabup Kamelus Deno 2005-2015),  Gaspar Ehok mewanti-wanti agar pemimpin yang dipilih langsung oleh rakyat agar tak pongah.

“Kris kau harus memimpin dengan hati yang tulus yah, supaya kau melihat semua persoalan itu secara jernih dan berorientasi pada kepentingan rakyat serta menjauhkan diri dari konflik kepentingan. Kalau kau menggendong self interest maka disanalah awal dari kegagalan,” Ucap Christian Rotok mengulangi titah seniornya Gaspar Ehok.

Sebagai guru yang membimbing dalam melaksanakan tugas pengabdian dan pelayanan masyarakat selama menjadi bupati Manggarai dua periode, Rotok menempatkan figur Gaspar Ehok sebagai tokoh spesial.

“Pak Gaspar itu seorang pemimpin yang memiliki integritas yang utuh, cerdas serta agamanya bagus. Almarhum layak untuk diteladani,” Kata Rotok. (jhs)