Manggarai 100 Persen Bebas Polio

floressmart.com– Sejak awal tahun 2014, WHO (World Health Organization) telah menyatakan Indonesia sebagai salah satu negara yang bebas dari penyakit ini berkat program vaksinasi polio yang luas.

Meski tak ada lagi kasus polio di tanah air, namun tidak menutup kemungkinan masih terjadi penyebaran virus polio liar. Untuk itu perlu dicanangkan lagi Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio tahun 2016 yang dimulai serempak hari ini Selasa 8 Maret 2016 hingga 15 Maret 2016.

natal dalam berita

Baca juga  Pulang dari Kejuaraan Dunia,Pelatih Kempo NTT Meninggal di Pesawat

Untuk kabupaten Manggarai, pencanangan PIN polio dibuka di Desa Nao Kecamatan Satarmese Barat oleh Wakil Bupati Viktor Madur. Sejumlah pimpinan SKPD yang hadir diberi kesempatan meneteskan vaksin polio kepada sejumlah balita.

“ Untuk kabupaten Manggarai tercatat 30.081 anak berumur 0-59 bulan yang akan diberi vaksin polio. Itu tersebar di 575 pos PIN,” Kata Kadis Kesehatan Kabupaten Manggarai, Yulianus Weng dihubungi Selasa petang 8 Maret 2016.

Baca juga  Satgas Pemberantasan Pungli Dikukuhkan, Ini Penegasan Bupati Deno Kamelus

Meski tak ada catatan kasus polio selama satu dekade terakhir, namun kata dr.Weng cukup banyak orang dewasa yang semasa balitanya tidak mendapat vaksin polio. Meski begitu, tidak ada laporan penyakit polio di Manggarai.

“Manggarai 100 persen bebas polio sejak tahun 2012. Walaupun ada virus liar, namun bayi baru lahir sudah diprotek dengan vaksin sejak nol bulan,” Ungkap Weng yang sudah sepuluh tahun memimpin Dinkes Manggarai.

“Sekarang bayi baru lahir diwajibkan diberi vaksin polio hingga berumur empat bulan diteteskan empat kali tiap bulan. Dan pada saat pekan imunisasi ini ditambah lagi tidak masalah. Tetesan vaksin polio tidak menyebabkan efek samping asal cukup dua tetes satu kali vaksin,”terang Kadis Weng menambahkan.

Baca juga  Pekerja Pemasangan Tiang PLN Tewas Tersambar Petir

Polio atau poliomyelitis adalah penyakit virus yang sangat mudah menular dan menyerang sistem saraf. Pada kondisi penyakit yang bertambah parah, bisa menyebabkan kesulitan bernapas, kelumpuhan, dan pada sebagian kasus menyebabkan kematian. (jhs)

Beri rating artikel ini!