Dua Hal Ini Jadi Kendala Tour de Flores 2016

floressmart.com- Panitia Tour de Flores 2016 kembali melakukan survei kondisi jalan jelang pelaksanaan event balap sepeda internasional 19-23 Mei 2016. Sebelumnya survei pertama sudah dilakukan untuk memastikan etape titik star dan finish serta kesiapan hotel dan infrastruktur jalan. Setelah dievaluasi, kondisi jalan di Flores masih jadi pekerjaan rumah pemerintah pusat dan daerah.

“Dari 661,5 kilo meter jalan negara dari Larantuka Flores Timur hingga Labuan Bajo Manggarai Barat yang akan dilintasi pesepeda terdapat 20 persen kerusakan yang segera diperbaiki. Yang cukup jelek di kabupaten Ende karena banyak titik longsor,” Faustinus Wundu,managing  TdF kepada floressmart.com, Senin 11 April 2016 usai gelar rapat dengan Pemda Manggarai.

Baca juga  Terungkap Satu Lagi Otak Pembunuhan Di Elar

Cukup meresahkan memang pasalnya perbaikan jalan negara lintas Flores yang hendak dilalui peserta TdF urung dimulai padahal TdF tinggal sebulan lagi. Menurut Faustinus Wundu, jika proses perbaikan jalan terlambat sudah disiapkan skenario seperti pengalihan jalur atau loading equipment dimana jalan rusak dari situ seluruh sepeda diangkut menggunakan truk.

“Pulang ini kami akan mereport ke Menko Maritim sebagai kordinator nasional TdF dan Menteri PU agar segera mungkin dilakukan perbaikan jalan yang masih rusak di Flores,” Sambung Faustinus.

Baca juga  Testimoni Tentang Yohan Dihari-hari Terakhir

Masalah lain yang dihadapi kata Faustinus terkait anggaran yang dibebankan pada 8 kabupaten yang menjadi trek lintasan TdF 2016 masing-masing sebesar Rp.1,5 milyar rupiah. Bupati 8 kabupaten di Flores diharapkan segera menyurati gubernur NTT minta petunjuk pemanfaatan dana cadangan masing-masing kabupaten.

“Karena pos untuk TdF tidak ada dalam APBD 2016 maka satu-satunya jalan yakni menggunakan dana cadangan itupun harus mendapat petunjuk dari Mendagri melalui gubernur,” Kata Faustin menjelaskan.

Baca juga  Andrianus Garu: Timor Leste Caplok Wilayah karena RI Tak Tegas

Dijelaskan dana yang dibebankan kepada Pemda kabupaten untuk membiayai akomodasi dan hotel  untuk 200 pebalap dari 16 negara ditambah panitia serta organ keamanan yang  terlibat dalam TdF.

“Uang itu tidak disetor ke pihak penyelenggara tingkat nasional tapi pemanfaatanya ditangani langsung oleh kabupaten. Anggaran itu demi kelancaran pelaksanaan TdF termasuk hadiah bagi peserta loma di setiap etape. Diharapkan proses kordinasi dengan gubenur NTT dan Mendagri segera dilakukan,” Ujar Faustin. (jhs)

 

 

 

 

Beri rating artikel ini!