Gegara Tour de Flores Bupati Manggarai Dan Kadis Pariwisata NTT Bertengakar

floressmart.com—Perang urat syaraf melibatkan pejabat terjadi jelang  gelaran Tour de Flores 2016. Musababnya tak lain karena masalah biaya sebab memang anggaran untuk ajang balap sepeda dunia itu tidak ada dalam APBD 2016.

Pemda Manggarai misalnya, terpaksa memohon belas kasihan pemilik hotel dan restoran agar biaya sewa kamar hotel dan makan minum bagi peserta Tour de Flores selama berada di Ruteng tanggal 22-23 Mei 2016  dibayar kemudian menggunakan APBD perubahan 2016.

Namun saat bupati Manggarai Deno Kamelus berkordinasi dengan pihak propinsi ikhwal petunjuk penggunaan kas daerah dari gubernu NTT justru disemprot kalimat tak pantas.

Kepala Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif propinsi NTT, Marius Ardu Jelamu yang dihubungi bupati Deno Kamelus, Selasa 17 Mei 2016 disebut melontarkan jawaban yang bikin Deno murka.

Baca juga  Demi Tour de Flores, Pemda Manggarai Terpaksa Berhutang Dengan Swasta

“Kalau tidak ada biaya yah jangan kasi makan itu peserta TdF selama berada di Ruteng,” Ungkap bupati Deno dalam rapat pemantapan TdF di kantor bupati Manggarai, Rabu 18 Mei 2016 meniru statemen Kadis Marius Jelamu.

Jawaban mantan penjabat bupati Manggarai itu sontak memancing emosi Deno. Bupati Deno Kamelus langsung menyambar dengan jawaban yang pedis pula.

“ Saya bukan seperti kau (Marius). Saya bupati yang tau adat, tamu harus dilayani dengan baik apalagi ini hajatan pariwisata internasional yang membawa kebaikan bagi pariwisata Manggarai dan Flores umumnya,” Jawab Deno membalas Marius.

Baca juga  Sensasi "menangkap" Sunrise Dari Atas Bukit Mbohang Flores

Dibeberkan Deno, saling lempar argumen pun terjadi begitu sengit hingga akhirnya Deno memutuskan sambungan telpon.

“Dia masih bilang kraeng-kraeng saya bilang kau (Marius) tidak cocok jadi pejabat lalu saya tutup telpon,” Ucap Deno.

Menurut bupati Deno, dalam kondisi apapun Tour de Flores harus berjalan sesuai harapan. Namun dalam kondisi tertentu perlu ada kordinasi dengan pemerintah propinsi.

“Sebelumnya kami bersurat ke gubernur (Frans Lebu Raya), meminta petunjuk penggunaan kas daerah, namun karena surat kami tak kunjung dijawab sementara pelaksanaan TdF sudah di depan mata yah wajar kalau kita konfirmasi lagi eh malah jawabnya begitu,” Ujar Deno.

Baca juga  Tour de Flores Jadi Ajang Tahunan

Bupati Deno menegaskan, selama berada di Ruteng, peserta TdF akan diterima secara adat serta disuguhi sejumlah atraksi budaya termasuk Caci yang digelar dipangan Motang Rua.

Terpisah Kadis Pariwisata NTT Marius Ardu Jelamu tidak menampik terlibat pertengkaran dengan bupati Deno. Namun menurut Marius sebaiknya hal itu tidak dibesar-besarkan.

“Itu dinamika biasa. Saya kira poinya bukan di situ namun bagaimana kita berpikir dan berbuat yang terbaik agar pelaksanaan Tour de Flores berjalan dengan baik sesuai harapan kita semua,” Ujar Marius. (js)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tag: