Tak Hadir Rapat Tour de Flores, Bupati Deno Suruh Pol PP Cari Heri Ngabut

floressmart.com– Rapat kordinasi terkait gelaran Tour de Flores kembali dilaksanakan di kantor bupati Manggarai Nusa Tenggara Timur, Rabu 18 Mei 2016. Rapat dipimpin langsung Bupati Deno Kemelus dan Wakil Bupati  Viktor Madur.

Dalam rapat pemantapan itu, sedikitnya 20 seksi kepanitiaan memaparkan kesiapan serta tugas dan tanggungjawab masing-masing selama peserta TdF berada di Ruteng tanggal 22 hingga 23 Mei 2016. Tampak Bupati Deno dan Wabup Madur terlihat puas dengan pemaparan job description  para stafnya itu.

Baca juga  Deno; Dendam Dan kebencian Tidak Akan Menghasilkan Hal Baik

Deno Kamelus menyarankan agar dalam sesi penyambutan nanti, seluruh peserta Tour de Flores disematkan Selendang dan Topi Songket (Songkok) khas Manggarai.

Namun ketika bupati Deno Kamelus menanyakan harga dua item kebutuhan itu,tidak sedikit peserta rapat yang memberi harga berbeda. Saat itulah bupati Deno bertanya lagi dengan nada tinggi .

“Dimana Kadis Perindagkop. Jawab berapa harga satu Selendang dan Songkok,” Tanya bupati Deno bernada marah.

Suasana rapat mendadak hening. Tidak lama,dari barisan paling belakang seseorang yang mengaku staf Perindagkop akhirnya memberi informasi harga dua barang itu sekaligus mengabarkan jika Kadis dan Sekertaris Perindagkop berhalangan hadir dalam rapat kordinasi itu.

Baca juga  Seluruh SMK Di Manggarai Gelar Lomba LKS dan Keahlian

Kabar ketidakhadiran Kadis Heri Ngabut dan Sekertarisnya Marsel Bandur membuat bupati Deno gusar. Deno menyampaikan jika selama dua kali Rakor TdF, Heri Ngabut dan Sekertarisnya absen tanpa pemberitahuan.

“Rapat dengan bupati dan wakil ini. Kamu jangan main-main. Kamu bilang jangan marah-marah pak tapi kamu justru bikin bupati marah. Saya catat dua kali rapat TdF Kadis Perindagkop tidak hadir,” Ungkap Deno sambil menghela napas panjang.

Baca juga  Viktor Madur : Urusan Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Teritorial

“Tidak ada cara lain agar bupati jangan marah yah ikut petunjuk pimpinan,” Kata Deno menambahkan.

Bupati Deno lalu memerintahkan Kasat Pol PP mencari Heri Ngabut dan Marsel Bandur. Rapat kembali dilanjutkan.

Sekitar 15 menit berselang, Kasat Pol PP Fenan Burhan maju menghadap bupati menyampaikan bahwa Kadis Perindagkop sakit, sementara Marsel Bandur tidak berada di ruang kerjanya.

“Kasi tau pimpinan kalau tidak masuk kantor. Sudah, cari sekertarisnya bawa dia kesini,” Tukas Deno. (js)

 

Tag: