656 Rumah Tidak Layak Huni Di Manggarai Diperbaiki Tahun Ini

floressmart.com—Pemerintah akan memperbaiki rumah tidak layak huni milik masyarakat miskin di Manggarai Nusa Tenggara Timur. Tahun 2016 ini sebanyak 656 rumah  akan direhab dari total 10 ribu unit rumah yang mesti diintervensi.

“ Yang diperbaiki yakni atap, dinding dan lantai ,” Kata Kepala Dinas Sosial Transmigrasi Dan Tenaga Kerja (Sosnakertrans), Rafael Ogur dihubungi, Kamis 19 Mei 2016.

Dirincikan, 400 rumah ditanggung Kementerian Sosial (APBN) dengan nama program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS),sementara 256 rumah bersumber dari APBD Manggarai dengan item kegiatan rehabillitasi rumah tidak layak huni.

Baca juga  Sekda : Enam Jabatan Eselon IIB Dilelang,Silahkan Lamar

“Yang bersumber dari APBN sebesar Rp. 15 juta rupiah per rumah, sementara dari kas APBD sebesar Rp. 10 juta,” Terang Ogur.

“ Untuk yang dari APBN diperuntukan bagi masyarakat miskin di kecamatan Cibal dan Cibal Barat dengan sasaran rumah dengan kondisi sangat parah, sementara yang dari APBD sedang didata dengan sasaran kondisi cukup parah,” Ujar Kadis Rafael Ogur menambahkan.

Baca juga  Paska Kebakaran ,Kemendagri Langsung Ganti Server SIAK Disdukcapil Manggarai

Menurut Rafael Ogur jumlah rumah yang akan diperbaiki tiap tahunya pasti bertambah dengan target intervensi 1000 hingga 1200 rumah per tahun.

“ Biaya ditanggung pusat, kabupaten dan dari Alokasi Dana Desa (ADD) yang tiap tahun jumlahnya makin meningkat. Pusat bahkan menyuruh kita mendata rumah tidak layak huni sebanyak-banyaknya,” Jelas Ogur.

Rafael Ogur mengatakan, program perbaikan rumah untuk menunjang fungsi rumah sebagai tempat tinggal yang baik maka harus dipenuhi syarat fisik yaitu aman sebagai tempat berlindung, secara mental memenuhi rasa kenyamanan dan secara sosial dapat menjaga privasi setiap anggota keluarga.

Baca juga  PPK : Jefri Teping Dibekukan, PHO Hampir Rampung

“Perbaikan rumah masyarakat miskin merupakan salah satu program utama yang dicanangkan bupati Deno Kamelus bersama Wabup Viktor Madur lima tahun ke depan yakni terpenuhinya salah satu kebutuhan dasar berupa rumah yang layak huni, diharapkan tercapai ketahanan keluarga,” Ungkap Rafael Ogur. (js)