Manggarai Canangkan Penanaman Kedelai Di 5 Kecamatan, Reo Barat Pertama

floressmart.com—Pemerintah kabupaten Manggarai mencanangkan program ketahanan pangan Kedelai seluas 400 hektar di kecamatan Reo Barat sebagai kawasan potensial utama. Penanaman secara simbolis dilakukan di Desa Kajong pada Selasa 24 Mei 2016. Program tersebut dibiayai oleh APBN melalui kementerian Pertanian.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Manggarai Viktor Madur, Kepala Dinas Pertanian NTT Yohanes Tay, pejabat dari kementerian Pertanian serta anggota DPRD NTT Yeni Veronika.

Gerakan penanaman Kedelai melibatkan 18 kelompok petani dari desa Kajong, Nggalak dan Sambi. Dengan total benih 30 ton ditambah pupuk hayati (Risobium) dilengkapi sarana pendukung seperti traktor. Program tersebut membutuhkan upayah khusus (Upsus) sehingga perlu pelibatan TNI AD yang mengurus pembinaan petani.

Baca juga  Pengaduan OMS Desa Gulung ke KPK Lemah, Ini Alasanya

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Vincen Marung menjelaskan produksi kedelai tahun 2015 sebesar 740 ton padahal setahun sebelumnya hanya menghasilkan 328 ton. Sementara pencapaian target produktivitas Kedelai tahun 2016,kata Kadis Marung baru  51 persen dari target produksi sebesar 806 ton dengan estimasi 1,3 ton per hektar dari total luas tanam 620 ha.

Baca juga  Ini Penjelasan Bupati Deno Kamelus Soal Proposal Desa Gulung

“51 persen itu sebesar 328 ton panen bulan April 2016. Tersisa 49 persen lagi ditambah 400 hektar yang ditanam di Kajong, Nggalak dan Sambi  panen tiga bulan lagi dengan estimasi 1,3 ton per hektar. Sehingga tahun 2016 kita melebihi target dengan prediksi sekitar 1200 ton ,” tutur Kadis Vincen Marung kepada floressmart.com, Rabu 25 Mei 2016.

Vincen Marung mengatakan, selain di Reo Barat, upaya optimalisasi lahan tanam Kedelai akan dilakukan di kecamatan Cibal,Cibal Barat, Rahong Utara dan Wae Rii.

Baca juga  Bupati Deno: Mutasi Pejabat Eseleon II Dilaksanakan Bulan Ini

Vincen Marung berharap agar pemerintah pusat perlu memperlakukan Kedelai seperti beras yang memilik standar harga pemerintah. Harga Kedelai  di pasaran saat ini, kata Vincen Marung,  masih lebih rendah jika dibandingkan dengan biaya produksi petani.

“Harga Kedelai pada musim tanam Rp. 7.500 per kilo gram. Sementara ongkos produksinya jauh lebih besar. Kalau mengikuti pola penanganan Beras, maka harga jual Kedelai diatur menurut Harga Peraturan Pemerintah pasti petani Kedelai diuntungkan,” Ungkap Kadis Vincen Marung. (Js)

 

Tag: