Bupati Kamelus Deno Resmikan Gedung SMPN 14 Satar Mese

floressmart.com—Bupati Manggarai Nusa Tenggara Timur Deno Kamelus bersama Wabup Viktor Madur meresmikan gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 14 Satar Mese Di Woa Desa Koak, Selasa 14 Juni 2016. Peresmian gedung SMP yang dibangun hasil kerja sama pemerintah RI dengan Australia ini merupakan bagian lain dari agenda kerja Deno-Madur selama berkantor di desa Koak, Selasa hingga Rabu (14-15 Juni 2016).

“Profisiat sekolah ini sudah dibangun. Terima kasih untuk pemerintahan Australia dan Dirjen Pendidikan Dasar kemendikbud, serta partisipasi masyarakat lokal yang terlibat secara swakelola membangun gedung SMPN 14 Satar Mese ini,” Kata Deno dalam sambutanya.

Baca juga  Hari Pertama Masuk Kerja Usai Libur Natal, Bupati Deno Sidak OPD Cek Kehadiran ASN

Menurut bupati Kamelus, sejak tahun 2006 Pemda Manggarai telah melakukan kerja sama dengan pemerintah pusat dalam program pembangunan unit sekolah baru dan pengembangan SD dan SMP satu atap. Program tersebut kata Kamelus melibatkan pemerintah Australia dalam rangka penuntasan program wajib belajar 9 tahun.

“Sudah 33 unit sekolah baru berkat program kemitraan pendidikan dengan Australia,” Ujar Kamelus Deno.

Baca juga  SAKIP 2017, Manggarai Terbaik Kedua se NTT

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai, Adi Empang dalam penjelasanya mengatakan,berkat program kemitraan pendidikan antara pemerintah RI dengan Australia Manggarai mendapat bantuan dua unit SMP yakni satu unit sekolah baru yaitu SMPN 14 Satar Mese dengan nilai bantuan Rp.2.703.854.000 serta gedung SD-SMP satu atap Mahima di Kecamatan Reo dengan nilai bantuan Rp. 948.569.000 rupiah.

“Semuanya bersifat Swakelola dengan melibatkan partisipasi masyarakat setempat dibantu Konsultan lapangan (KL),Konsultan Manajemen (CM) dan Konsultan pendidikan konsultan konstruksi pendidikan RI-Australia,” Kata Kadis Empang.

Baca juga  Bupati Deno : Warga Kota Ruteng Butuh 1 Juta Lebih liter Air Per Hari

Dijelaskan SMPN 14 Satar Mese ini mulai dikerjakan pada bulan Agustus 2015. Karena tantangan iklim dan cuaca pembangunan gedung sekolah itu tidak bisa rampung hingga akhir kontrak per 31 Desember 2015. Pihak Direktorat pembinaan sekolah memberi tambahan waktu kerja hingga 31 Maret 2016.

“Sekolah ini (SMPN 14) mulai digunakan sejak April 2016. Sekolah ini sesungguhnya telah menerima murid sejak tahun pelajaran 2014/2015,” Ungkap Adi Empang. (js)

 

 

 

Tag: