Ini Dia ‘Tentara’ Hortikultura Dari Manggarai

floressmart.com—Budidaya tanaman Hortikultura memang masih ‘pagi’ bagi petani di Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur. Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura setempat baru menggalakan program tersebut sejak tahun 2013 itupun hingga pertengahan 2016 peminatnya masih kurang.

Kesan sepele tentang Hortikultura tidak berlaku bagi Sersan Satu (Sertu) Lambertus Enga, prajurit TNI yang bertugas di Kodim 1612 Ruteng dan istrinya Yanti Yosepha Mali. Dimata pasutri ini, Hortikultura yang tadinya sepi peminat disulap menjadi berkah yang cukup gampang diraih. Bahkan keduanya menyematkan istilah Hortikultura sebagai ‘Mutiara dalam lumpur’.

Modalnya hanya menyewa lahan tidur lalu ditanami tanaman cepat panen seperti Melon,Umbi Kentang,Wortel,sayur mayor hijauan,cabai,tomat ditambah belasan jenis hortikultura lainya.

Lokasi Hortikutura seluas satu hektar milik tentara Bertin begitu ia disapa, letaknya cukup dekat dengan pusat kota Ruteng yakni berjejer di kiri dan kanan jalan raya Lao Lanar kelurahan Wali. Melintasi lokasi itu rasanya pingin mampir oleh karena aneka warna serta warna buah-buahan Hortikultura yan memanjakan mata.

Baca juga  STKIP St.Paulus Ruteng "Cetak" 638 Sarjana Baru

Jangan bertanya berapa keuntungan yang diraup dari bercocok tanam Hortikultura, jawabanya sangat menggiurkan. Bagaimana tidak, hanya dalam tempo dua hingga tiga bulan setelah tanam, puluhan jenis Hortikultura di Demplot Bertin sudah dapat dipanen dengan harga yang jauh di atas tanaman Palawija seperti Padi.

Menurut pria kelahiran Kupang itu, sukses bergiat Hortikultura tidak segampang yang dikira. Kata Sertu Bertin, selain penanganan dari sudut pandang teori seperti pemupukan dan penyemprotan serta pengendalian hama, masih ada hal yang jadi keharusan yakni memperlakukan tanaman itu seperti manusia yang membutuhkan asupan nutrisi serta perhatian lebih agar tumbuh normal.

Berlumpur Selama Dua Tahun

Usaha keras Bertin dan Yanti agar menjadi petani Hortikultura yang sukses dimulai sejak Oktober 2014. Awalnya hanya bermain Cabai dan Tomat ditambah sayur mayur hijauan .

“Kita juga kaget hasilnya sangat memuaskan. Begitu panen, banyak pembeli serbu langsung di kebun. Yang paling banyak diborong sama pedagang pasar yakni Cabai Merah, Cabai Hijau dan Wortel,” Demikian testimoni Sersan Bertin ditengah gelaran Expo Hortikultura dikebun miliknya, Rabu 15 Juni 2016.

Baca juga  Gempur Stunting di Manggarai, Rekomendasi HPS ke 38

Karena dirasa sangat menguntungkan, Bertin dan Yanti menambah areal tanam serta memperbanyak koleksi Demplotnya. Hingga panen ke dua( Juni 2016) Bertin dan Yanti mengoleksi 35 jenis tanaman Hortikultura dengan membukukan keuntungan yang mencengangkan. Di dalam kebun milik bertin saat ini tumbuh puluhan ribu tanaman buah (Furtikultur) dan tanaman sayur (Olerikultura) serta tanaman obat (Biofarmaka).

“Saya sampai kredit uang bank untuk sewa lahan dan membeli tambah benih serta pupuk.  Dan hasilnya seperti ini. Saya telah menjadikan Lao ini sebagai kawasan Hortikultura,” Ujar Bertin.

Keberadaan istri tercinya Yanti Yosepha yang total mencurahkan pikiran dan tenaga serta rela berlumpur selama dua tahun mengantar keduanya sebagai pasutri pegiat Hortikultura yang sukses.

“Puji Tuhan hasilnya tidak mengecewakan. Kami bersyukur karena kami berkarya ditanah yang sangat subur dan berlimpah air ini,” Tutur Yanti menambahkan.

Bupati Manggarai Kamelus Deno dan Wakil Bupati Viktor Madur yang menghadiri acara Expo dan melakukan panen perdana sejumlah tanaman Hortikultura di kebun milik Sersan Bertin mengaku bangga memiliki tentara yang justru menjadi perintis Hortikultura di Manggarai.

Baca juga  Ditinggal Pergi Pesta Sambut Baru,Rumah Hangus Terbakar

“Saya bangga dengan pak Bertin dan istri. Keduanya mendukung program saya dan pak Viktor yang akan menjadikan Manggarai sebagai pusat Hortikultura di NTT. Saya berharap usaha serupa menjalar ke seluruh kelompok tani yang ada,” Kata Deno.

Bupati Deno berjanji akan menambah alokasi anggaran mendukung program Hortikultura.

“Tahun 2016 ini kita tambahkan luas lahan dan jumlah benih seperti Cabai Besar,Cabai Kecil dan Bawang merah masing-masing 40 hektar penambahanya,” Terang Deno.

“Kita gelontorkan APBD 2016 sebesar Rp.1,6 milyar untuk pengadaan 17 jenis besnih hortikultura cepat panen untuk kelompok tani Hortikultura yang aktif ,” Ungkap Deno menambahkan. (js)