Manisnya Ngabuburit Di Pusat Buah Dan Pemancingan Ikan Nanga Woja

floressmart.com—Disaat banyak orang menunggu waktu berbuka puasa bakal banyak aktifitas positif yang bisa dilakoni. Namun tidak banyak orang merasakan sensasi Ngabuburit yang berkesan. Jika bosan dengan suasana hiburan maka berpikirlah untuk memburu tempat yang menyodorkan Ngabuburit dengan nuansa pertanian.

Di Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur terdapat sebuah lokasi Ngabuburit yang spesial, tempat itu namanya Nanga Woja  berada di Desa Tal Kecamatan Satar Mese. Di situ pengunjung bisa memancing dan mendapatkan dua jenis buah hortikultura yakni Melon dan Semangka dengan harga miring. Selama bulan puasa kawasan pertanian dan perikanan itu dibuka sore hari jelang berbuka. Nanga Woja merupakan salah satu kampung muslim di Manggarai. Di sana juga ada Masjid.

Baca juga  Memburu Takjil di Masjid Jihadul Ukhro Ruteng

Di Dalam areal seluas hampir tiga hektar itu terdapat kolam ikan (Nila dan Mujair)  serta tempat pemancingan Lele. Sementara 1,5 hektarnya ditanami ribuan tanaman Melon dan Semangka.  . Menariknya buah Semangka dan Melon Nanga Woja milik Hendrik Tionardi ini tidak berbiji (Seedless) dan sangat manis.

Meski kolam ikan milik Hendrik tidak dibuka untuk umum namun selama bulan suci  Ramadhan, pengusaha dengan core bisnis bidang pertanian dan peternakan itu mempersilahkan pengunjung yang hendak berbuka puasa untuk memancing namun jumlah ikan yang dipancing dibatasi jumlahnya meskipun di dalam kolam terdapat puluhan ribu ekor ikan.

Selama bulan puasa, Hendrik memberikan potongan harga untuk dua jenis buah hortikultura itu. Melon dan semangka dibandroll masing-masing Rp.20.000 rupiah padahal harga di pasaran mencapai Rp.30.000 rupiah per buah sementara ikan pancing sekilonya hanya Rp.50.000 namun tidak sedikit orang mendapatkan ikan gratis.

Baca juga  Ketika Remis Ikut Amankan Misa Natal

“Selama bulan puasa kita kasi harga khusus baik buah-buahan maupun ikan. Ikan di sini besar-besar ukuran minimal empat jari buahnya juga enak dan tak berbiji serta mengandalkan pupuk bokasi,” Kata Hendrik Tionardo, , Ahad petang 26 Juni 2016.

Hendrik Tionardi mengatakan, buah-buahan miliknya itu tidak dijual ke pasar namun dipasok ke hotel-hotel dan restoran di Labuan Bajo Manggarai Barat sebagai gerbangnya pariwisata Nusa Tenggara Timur.

“Tadi anda  lihat sisa dari kebutuhan buka puasa langsung diangkut ke Labuan Bajo. Melon dan Semangka punya kita ini jadi favorit untuk hotel dan restoran. Pelanggan bilang rasanya lebih manis yang dari saya ,” Ujar Tionardi.

Baca juga  Jihadul Ukhro, Potret Senyap Perkembangan Muslim Manggarai

Hendrik menuturkan, ia mulai menggeluti usaha perikanan dan hortikultura sejak tahun 2014 lalu dengan benih jenis premium serta lebih banyak menggunakan pupuk bokasi. Dipilihnya Nanga Woja karena lokasi itu merupakan tempat rekreasi kelurga, berada dipinggir laut dan kelimpahan air tawar untuk kolam ikan.

Yayuk,salah seorang pengunjung  lokasi hortikultura dan pemancingan Nanga Woja mengaku puas mendatangi lokasi yang menurutnya sangat spesial itu. Wanita berhijab itu bahkan ingin memboyong  seluruh anggota keluarganya pada kujungan berikutnya.

“Pingin datang lagi ke sini. Setidaknya dua kali seminggu. Pokoknya ngabuburit di sini sangat berkesan deh memburu buah enak dan ikanya besar-besar,” Ungkap Yayuk yang sengaja datang dari Ruteng ibu kota kabupaten Manggarai. (js)

Tag: