Tani Selamat Pelopor Hortikultura Manggarai

floressmart.com—Program pengembangan tanaman hortikultura di kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur berkembang pesat selama tiga tahun terakhir.

Tercatat ada 140 kelompok hortikultura yang terdaftar di dinas Pertanian Tanaman Pangan Dan Hortikultura Kabupaten Manggarai dari 2013-2016.

Salah satu yang cukup luas areal tanaman horti jenis buah adalah milik Hendrik Tionardo di Nanga Woja Desa Tal Kecamatan Satar Mese.

Di kebun milik bos toko Tani selamat itu ada dua jenis buah yang hits yakni Melon dan semangka tanpa biji (Seedless). Di atas lahan seluas dua hektar lebih itu, tedapat ribuan tanaman Melon dan Semangka.

Baca juga  Ini Tanggapan Wabup Dan Kadis PU Terkait “Ocehan” Jefri Teping Di Medsos

Lantaran rasanya yang lebih manis dengan kualitas premium, Melon dan Semangka milik Tionardi kini jadi incaran hotel dan restoran di Labuan Bajo sebagai gerbang pariwisata NTT.

Program Go Horti

Makin banyaknya pegiat hortikultura di kabupaten Manggarai tidak lepas dari dukungan dinas terkait yang terus mengampanyekan budi daya tanaman hortikultura. Manggarai ditargetkan menjadi produsen hortikultura di NTT hingga 2021.

Kepala Dinas Pertanian Vinsen Marung mengaku bangga dengan kehadiran pelaku program tersebut seperti yang dilakoni Hendrik Tionardi sebagai pelopor Go Horti Manggarai.

Baca juga  Awam Katolik : Mgr. Hubertus Leteng Harus Mengundurkan Diri

“Saya berharap kesuksesan pak Hendrik Tionardi bisa menginspirasi petani di Manggarai khususnya Satar Mese. Saya dapat informasi Melon dan Semangka dari Nanga Woja ini yang terbaik di NTT ini sesuatu yang membanggakan,” Kata Kadis Marung dalam acara panen Melon dan Semangka di lahan milik Hendrik Tionardi, Minggu 26 Juni 2016.

Menurut Marung, hasil bercocok tanam Hortikultura jauh di atas tanaman Palawija seperti Padi padahal kata dia nilai investasinya relatif sama.

Baca juga  Kapolres Manggarai : Laporkan Prilaku “Nakal” Polisi

“Kalau kerja sawah satu hektar habiskan ongkos Rp.10 juta rupiah. Hasilnya bisa 5  ton padi dengan keungtungan Rp. 25 juta. Tapi kalau Hortikultura dengan dana operasional sebesar itu hasilnya bisa sepuluh kali lipat di atas hasil panen padi,” Ujar Vinsen menjelaskan.

“Hortikultural sudah menjadi ikon kabupaten Manggarai mendukung program kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Peran pemerintah saat ini yakni merubah pilihan masyarakat untuk memilih komoditi yang memberi kontribusi cepat bagi kesejahteraanya,” Terang Marung menambahkan. (js)

 

 

 

 

 

 

 

Beri rating artikel ini!
Tag: