Polisi Di Manggarai NTT Menari Dengan Pakayan Adat Lengkap Memeriahkan HUT Kemerdekaan

floressmart.com—Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-71 di Manggarai Nusa Tenggara Timur berlangsung meriah.  Lima tari lawas warisan leluhur bumi Congka Sae Manggarai dibawakan secara massal oleh lebih dari 1000 penari disaksikan ribuan penonton yang memadati lapangan Motang Rua Ruteng, Rabu 17 Aguastus 2016.

Di sela-sela display Marching Band dan pentas tari kolosal, tiba-tiba muncul gerombolan penari berseragam Polri, pangkat bintara hingga perwira lengkap dengan busana adat Manggarai ditambah kelompok penabuh Gong dan Gendang. Mereka berlenggak-lenggok di depan panggung utama sambil meletupkan yel-yel . Ikut juga menari Kapolres dan Wakapolres AKBP.Totok Mulyanto dan Kompol. Gede Arya Bawa.

natal dalam berita

Sebagai sajian pembuka, puluhan anggota Polri itu menari dengan gaya tari Congka Sae lalu Ndudu Ndake kemuadian Caci dan berganti gerak  ala pasukan Sabhara saat mengendalikan massa dipoles dengan gaya baris-berbaris ala Polantas saat menetibkan jalan raya. Dibawah rancak Gong Gendang mereka beraksi sekitar 20 menit. Karya seni pasukan seragam coklat itu mengundang sorak penonton serta pejabat Pemda termasuk Bupati Deno Kamelus dan Wabup Viktor Madur.

Wakil Kapolres Manggarai, Kompol. Gede Arya Bawa mengatakan, para penari dipilih dari berbagai satuan di lingkungan Polres dari pangkat terendah hingga dua melati (AKBP). Menurut Arya, lama latihan 14 hari dibawah bimbingan penata gerak Pina Gere seorang guru SD di Ruteng.

“Latihanya cukup sulit, memadukan gerak asli tarian khas Manggarai seperti Congka Sae, Ndundu Ndake,Caci dipoles gaya penegendalian massa disambung yel-yel serta bunyi pluit unit Lantas, dibagian akhir seperti Poco-Poco, pokoknya komplit,” Ujar Kompol.Gede Arya.

Dikatakan, Gede Arya, dengan membawakan tarian adat, setidaknya ada pesan yang diusung bahwa Polri yang sekarang adalah Polisi wajah baru yang tumbuh dan berkembang bersama masyarakat yang mengayomi dan bersama rakyat menciptkan rasa aman dan nyaman.

“Menari bersama, artinya berada bersama masyarakat sebagai saudara yang menjaga dan mengayomi. Menari bersama ada pesan spiritual di sana tentang kekompakan dan persatuan. Pokoknya banyak makna,” Kata Arya Bawa.

“Polisi sekarang dilarang arogan, dilarang menakut-nakuti masyarakat,” Tukasnya menambahkan. (js)