Pemadaman Bergilir Di Manggarai, GM PLN NTT: Saya Minta Maaf

floressmart.com—Pemadaman listrik bergilir di Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur terjadi sejak awal Agustus 2016. Dalam sepekan, PLN ranting Ruteng melakukan pemadaman bergilir hingga tiga kali yakni dari pukul 17.00 hingga pukul 20.00 WITA. Di sejumlah wilayah,pemadaman bahkan terjadi hingga 12 jam.

Kondisi tersebut membuat General Manager PLN (Persero) wilayah NTT, Richard Safkaur, harus meminta maaf kepada 56.000 lebih pelanggan PLN yang tersebar di Manggarai,Manggarai Timur serta bagian utara Kabupaten Manggarai Barat.

natal dalam berita

“Saya meminta maaf kepada seluruh pelanggan listrik PLN di Manggarai Raya atas ketidaknyamanan ini,” Ungkap Richard Safkaur dihubungi Rabu, 7 September 2016.

Pemadaman ini kata Richard, terpkasa dilakukan setelah salah satu dari empat unit Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu mengalami kerusakan sehingga terjadi defisit daya sebesar 2,5  Mega Watt dari total ketersediaan daya 10 MW.

“Kerusakan terjadi pada unit tiga dan empat mesin pembangkit di Ulumbu. Perbaikan masih berlangsung. Semoga segera normal kembali,” Terang Richard Safkaur.

Dikatakan Richard, kerena PLTP Ulumbu sedang mengalami kekurangan daya maka pemadaman bergilir pada jam beban puncak malam terpkasa dilakukan.

Masalah tersebut kata Richard sudah disampaikan kepada Pemda Manggarai. Richard Safkaur  mengaku sudah bertemu dengan Wakil Bupati Viktor Madur.

“Minggu kemarin (awal September) saya ke Ruteng dan bertemu dengan pak wakil bupati membicarakan persoalan ini,” Ucapnya.

“Dan minggu depan saya akan datang lagi ke Ruteng untuk bertemu DPRD di sana juga membicarakan persolan yang sama,” Imbuh dia.

Menurut Richard, kerusakan pada mesin pembangkit sebenarnya amat sulit terjadi. Faktor dari luar pembangkit lah yang menyebabkan mesin atau turbin di PLTP Ulumbu menjadi tak berfungsi dengan baik dan berujung pada kerusakan.

Faktor eksternal yang dimaksudkan Richard yakni gangguan distribusi listrik pada kabel jaringan yang disebakan oleh faktor alam dan perbuatan manusia seperti sengaja melempar kabel jaringan.

“Misalkan kabel jaringan terkena ranting pohon saat angin kencang atau ada yang melempar kayu ke atas kabel jaringan, maka secara otomatis aliran listrik putus seketika. Jika itu terjadi berulang-ulang maka selanjutnya berujung pada rusaknya pembangkit di PLTP Ulumbu,” Terang Richard. (js)

 

 

 

Tag: