Rapat Dengar Pendapat DPRD Manggarai Bersama Pejabat PLN Ricuh

floressmart.com—Anggota DPRD Manggarai Nusa Tenggara Timur Marsel Ahang mengamuk dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD dan pejabat PLN NTT, Selasa, 27 September 2016 lantaran hak bicaranya dibatasi oleh Ketua DPRD Kornelis Madur yang memimpin rapat.

Agenda RDP yang turut dihadiri puluhan pelanggan PLN itu untuk membahas pemadaman listrik bergilir di wilayah itu yang “menggila” selama empat bulan terakhir serta mengulas praktik pemaksaan kehendak dari petugas PLN ranting Ruteng yang mengganti secara sepihak meteran listrik pelanggan dari pasca bayar menjadi meteran listrik pra bayar.

natal dalam berita

Kericuhan bermula saat Marsel Ahang mengajukan ijin bicara menyusul protes dari puluhan pelanggan PLN yang merasa tidak puas dengan penjelasan General Manager PLN NTT Richard Sarkauf terkait pedamanan bergilir dan migrasi meteran listrik.

Namun interupsi kader PKS dari Dapil Kecamatan Ruteng itu tidak diindahkan pimpinan rapat.  Sementara disaat yang sama Kornelis Madur justru membiarkan General Manager PLN NTT Richar Safkaur untuk terus bicara walaupun penjelasan Richar ditolak masyarakat yang hadir karena jawabanya menyimpang dari pokok masalah.

Marsel Ahang pun maju dan membentak Richar Safkaur untuk berhenti bicara sambil membanting kursi dan memecahkan peralatan audio serta gelas minuman. Mantan aktivis LSM itu kemudian menghampiri Kornelis Madur mengecam cara Ketua DPRD Manggarai itu yang salah memandu  rapat dan cenderung membela pihak PLN.

Ahang menuding antara Kornelis Madur dan pihak PLN terlibat permufakatan rahasia karena sebelum RDP dibuka, pihak PLN sempat lama berada di ruang kerja Ketua DPRD.  Dengan terjadinya kericuhan itu membuat Rapat Dengar Pendapat tidak dapat diteruskan. Pimpinan rapat bersama pejabat PLN dievakusi ke ruang ketua DPRD.

Dari pantauan, Rapat Dengar Pendapat itu memang sejak awal diwarnai keributan. Salah seorang warga bahkan menginterupsi Ketua DPRD Kornelis Madur untuk tidak memimpin sidang sambil merokok serta meminta anggota dewan lainya untuk mematikan rokok. Dua pastor hadir dalam rapat itu masing-masing Simon Suban Tukan, SVD dan Edy Menori.PR(js)

Tag: