Keracunan Seafood Ruteng, Ini Pengakuan Pemilik Rumah Makan Cianjur

floressmart.com— Keracunan makanan laut (Seafood) di Ruteng Manggarai Nusa Tenggara Timur (13/11) sedang ditangani kepolisian setempat. Pemilik rumah makan, Apip Sopandi (37) bersama enam orann pekerjanya telah diperiksa penyidik. Apip, pria Sunda itu mengaku pasrah dengan kasus yang membuatnya merasa bersalah kepada korban keracunan.

“Saya dan enam pekerja sudah diperiksa penyidik. Saya siap dihukum untuk itu. Minta maaf karena sudah menyusahkan banyak orang,” Ujar Apip disela pemeriksaan polisi, Kamis 17 november 2016.

Namun yang tak habis pikir oleh pemilik rumah makan Cianjur yang berlokasi di jalan Pertiwi Ruteng itu yakni bagaiman bisa hal itu terjadi padahal selama 3,5 tahun buka usaha rumah makan Apip merapkan pengawasan ketat dari segi pengadaan dan pengolahan seafood seperti Ikan, Cumi dan Udang. Demikian pun bumbu masakan serta Sambal yang selama ini jadi favorit pelangganya.

Baca juga  Kementerian PUPR Coret Proyek Pendukung Pariwisata Komodo Rp.255 Miliar

“Saya bingung kok bisa terjadi keracunan. Sudah 3,5 tahun beroperasi baru kali ini ada kejadian keracunan,” Tutur perantau asal Cianjur Jawa Barat itu.

Seafood Segar

Ia menambahkan, semua jenis Seafood di rumah makan miliknya merupakan barang segar yang didatangkan dari Labuan Bajo Manggarai Barat. Menurut dia, Ikan, Cumi serta Udang di rumah makan Cianjur diklaim merupakan hasil tangkapan nelayan dihari ia memesan makanan laut itu.

Baca juga  Proyek Embung Di Desa Gelong Lelak Terancam Batal

“Pagi dipesan, siang sampe. Semua habis sehari pak. Jadi tidak ada sisa sampai besoknya,” Bebernya.

“Tiap hari saya pesan ikan 120 ekor sementara udang dan Cumi pesan tidak banyak karena pelanggan penyuka Udang dan Cumi terbatas. Yang tidak kolesterol saja yang makan itu,” Ia menambahkan.

“Pun bumbu dan sambal dibuat untuk kebutuhan sehari. Diracik oleh tangan terlatih dengan pengawasan saya dan istri,” Terangnya menambahkan.

Memang, kata Apip saat kejadian ( Minggu, 13/11), ia tidak masuk kerja karena lelah pulang dari Labuan Bajo. Namun ia pastikan semua hidanganya dalam posisi layak konsumsi.

Baca juga  Skenario Baru Ungkap Dugaan Korupsi Bupati Yoseph Tote

“Hari itu saya pulang dari Labuan Bajo pulang mincing. Tapi jualan untuk malam itu ditangani istri dan pekerja kepercayaan,” Ulasnya.

Disinggung mungkin ada “tangan” yang merusak citra masakanya, Apip enggan berkomentar seraya mengaku memang pernah terlibat konflik dengan seseorang yang menyamar jadi pekerja di tempat usahanya namun ternyata orang itu kerja hanya untuk mencuri resep masakanya.

“Tapi entahlah saya serahkan saja pada polisi untuk mengungkap kasus ini,” Pungkasnya. (js)

Tag: