Ini Tanggapan Wabup Dan Kadis PU Terkait “Ocehan” Jefri Teping Di Medsos

floressmart.com—Wakil Bupati Viktor Madur geram dengan Jefri Teping, PNS yang ditunjuk sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas PU Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur . Sebabnya Jefri menayangkan gambar serta keterangan saat ia membongkar sejumlah proyek drainase yang dianggapnya asal jadi di akun facebook miliknya.

Dibanyak media, Jefri juga mengatakan bahwa 90 paket proyek drainase itu terancam gagal PHO karena rendah mutu serta terindikasi kontraktor “kibul” menyangkut tenaga teknik. Kata Jefri, proyek-proyek tersebut hanya mengandalkan keahlian kepala tukang.

“Dia PPTK maka turut bertanggungjawab terhadap proyek-proyek. Seumpama ada yang kurang kan tinggal perintah kontraktornya untuk perbaiki, bukan malah diumumkan di media sosial mempersoalkan ini itu. Sepertinya dia bertindak seperti polisi dan jaksa lagi,” Ujar Wabup Viktor Minggu, 4 Desember 2016.

Baca juga  Realisasi Pangan Melebihi Target, Manggarai Dapat Penghargaan Pusat

Menurut Wakil Bupati Viktor Madur, apa yang dilakukan Jefri Teping merupakan pengangkangan terhadap etika birokrasi dan menimbulkan ketersinggungan banyak pihak termasuk kontraktor.

“Saya pertanyakan niatnya dia (Jefri). Kalau niatnya baik pasti hasil pemeriksaan proyek itu dievaluasi bersama tim PHO. Jangan dia cepat-cepat memvonis pekerjaan itu buruk dan tidak bisa di PHO. Diumumkan di medsos lagi,” Cetus Viktor Madur.

“Ini pelajaran buat semua. Jaga jalur kordinasi dan komunikasi dengan pimpinan dan tau diri sebagai bawahan. Junjung tinggi etika birokrasi. Kita terikat dengan yang namanya aturan kepegawaian,” Imbuhnya.

Baca juga  Jihadul Ukhro, Potret Senyap Perkembangan Muslim Manggarai

Seperti diberitakan, penayangan gambar proyek drainase yang diperiksa Jefri di akun facebook Arka Dewa milik Jefri menimbulkan protes dari pelaksana proyek tersebut. Kabarnya lagi, Bupati Kamelus Deno marah besar hingga memerintahkan instansi yang berwewenang untuk memeriksa Jefri Teping.

Jefri itu tidak teken dokumen PHO

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, I Ketut Suastika menegaskan 90 paket pekerjaan drainase yang “dikicaukan”Jefri Teping di medsos dipastikan semua di PHO (Provisional Hand Over atau serah terima pertama). Menurut Suastika, pekerjaan drainase tersebut sudah banyak yang di PHO.

“Contoh ada dua di Pagal, proyek itu disuruh perbaiki dan kontraktornya sudah perbaiki lalu panitia PHO langsung proses PHO nya. Prinsipnya jangan ada upaya menghambat proses PHO jika pekerjaanya sudah selesai,”  Kata Ketut Suastika.

Baca juga  Kado Idul Fitri, 27 Napi Rutan Ruteng Dapat Remisi

Dikatakan Ketut, 90 paket drainase yang riuh di media semuanya merupakan proyek PL (Penunjukan Langsung) dengan pagu kecil.

“Sehingga bila ada perbaikan gampang dikerjakan. Saya yakin, hingga pertengahan Desember ini semuanya selesai,” Imbuhnya.

Suastika menolak memperpanjang diskusi tentang Jefri karena menurutnya Jefri Teping bukanlah orang yang mentukan PHO.

“Di situ ada tim nya. Kalau pekerjaan itu layak di PHO mereka yang membuat rekomendasi PHO. Jefri itu hanya mengurus backup data saja dia tidak ngurus uang. Dia tidak tandatangan PHO,” Tukas Kadis Ketut. (js)

Tag: