Wanita Bali Jadi Kepala Desa Di Manggarai

floressmart.com—Mengenakan seragam putih dan topi, I Gusti Ayu KD Sri Astuti dilantik sebagai Kepala Desa Satar Ngkeling, Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai Flores Nusa Tenggara Timur.

Wanita kelahiran Berambang Bali, 10 Maret 1980 ini merupakan satu-satunya perempuan dari 42 kepala desa (kades) baru yang dilantik secara serentak oleh bupati Deno Kamelus di gedung MCC Ruteng, Senin 19 Desember 2016.

Bupati Manggarai, Deno Kamelus dalam sambutanya mengungkapkan rasa bangga atas terpilihnya I Gusti Ayu KD Sri Astuti, sebagai Kepala Desa Satar Ngkeling.

Baca juga  Proyek Embung Di Desa Gelong Lelak Terancam Batal

Bupati Deno berkata bahwa dengan terpilihnya I Gusti Ayu Kade Sriastuti, bukti bahwa demokrasi politik di Manggarai tidak lagi karena pertimbangan Suku, Agama dan Ras.

“Mungkin berlebihan jika saya mengatakan bahwa demokrasi politik di Indonesia boleh bercermin pada Kabupaten Manggarai Flores, daerah yang membawa atmosfer demokrasi damai tanpa SARA,” Ucap Deno.

“Ini menunjukkan adanya kematangan dan kedewasaan dalam berdemokrasi di wilayah ini,” Imbuhnya.

Baca juga  Bupati Deno Sahkan Hasil Pilkades Desa Rai

Pemilihan kepala desa secara serentak Kabupaten Manggarai dilaksanakan 1 November 2016, digelar oleh 42 dari 145 desa yang ada.

Dalam Pilkades Satar Ngkeling, I Gusti Ayu Kade Sriastuti meraup 368 suara, mengalahkan empat pesaingnya, semua putra asli Desa Satar Ngkeling.

Usai pelantikan I Gusti Ayu Kade kepada wartawan mengatakan ia maju dalam Pilkades karena terpanggil untuk memperbaiki kondisi sosial masyarakat di tanah kelahiran  suaminya yang dinilainya cukup memprihatinkan.

Baca juga  Pengaduan OMS Desa Gulung ke KPK Lemah, Ini Alasanya

“Beruntung masyarakat Desa Satar Ngkeling sudah terbebas dari cara pikir primordial. Masyarakat mendorong saya untuk maju untung saja saya terpilih,” Ujar ibu dua anak itu.

“Dengan mengabdi sebagai kepala desa maka hidup saya sudah berarti bagi orang lain,” Tambahnya.

Perempuan lulusan SMA Marsudi Rini Bali ini hijrah ke tanah kelahiran suaminya Agus Rame, prajurit TNI asal Desa Satar Ngkeling yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Kecamatan Satar Mese. (js)

Beri rating artikel ini!