Gedung Rawat Jalan RSUD Ruteng Diresmikan

floressmart.com—Gedung rawat jalan RSUD dr Ben Mboi tampak mentereng. Bangunan dua lantai ini dilengkapi area parkir yang cukup lapang yang memisahkan gedung ini dengan gedung IGD di jalan Dr. Soetomo No 1 Ruteng.

Gedung jumbo yang dibangun sejak September 2016 menghabiskan anggaran sebesar Rp 6,7 miliar rupiah bersumber dari DAK 2016. Pengerjaanya pun dinyatakan tuntas pada akhir Desember 2016 lalu dan sudah dilakukan serah terima pekerjaan (PHO) dari kontraktor pelaksana PT. Victori Teknik Perkasa.

Hari ini Jumat 13 Januari 2017 gedung kinclong ini diresmikan. Tanda tangan prasasti dan pemotongan pita dilakukan bupati Manggarai Kamelus Deno.

Baca juga  Medah Buka Musda Golkar Manggarai

Acara peresmian disaksikan, Ketua Pengadilan Negeri Ruteng Harris Tewa, Ketua DPRD Kornelis Madur, para pimpinan perangkat daerah, Pastor, Dikrektur RSUD Ruteng dr.Elisabeth Frida Adur, para dokter dan staf RSUD.

Dalam sambutanya, bupati Kamelus Deno mengaku bersyukur karena bertambahnya prasarana mendukung kinerja di Badan Layanan Umum (Blud) RSUD dr. Ben Mboi . Kata Deno, peresmian gedung  rawat jalan ini merupakan hadiah awal tahun bagi masyarakat.

penandatanganan prasasti oleh bupati Kamelus Deno

Penandatanganan prasasti oleh bupati Kamelus Deno

Lebih lanjut bupati Manggarai ke-7 ini meminta mutu pelayanan medis dalam lingkungan RSUD Ruteng ditingkatkan mengikuti standar pelayanan publik dan pelayanan kuratif.

Baca juga  Pendidikan Membumi: Kontekstual Dan Aktual

“Hal pertama dalam proses penyembuhan itu adanya di pelayanan. Anggaplah pasien itu sebagai bapa mama dan saudara saudari. Sebagai keluarga, petugas medis tidak mungkin memberi perawatan buruk terhadap keluarga sendiri,” Ujar Deno sembari berharap hal itu dijadikan motto kerja rumah sakit.

Bupati Deno mengatakan, penambahan sarana dan prasarana serta mutu pelayanan merupakan faktor penentu bagi RSUD dr.Ben Mboi menjadi rumah sakit tipe B dan rumah sakit rujukan regional Flores bagian barat.

Baca juga  Jalur Ruteng-Reo Disasar Puluhan Titik Longsor

“Masih ada lagi gedung operasi yang masih dikerjakan sayangnya belum selesai. Kontraktor mendapat tambahan waktu 90 hari dengan denda maksimal. Saya minta Maret 2017 harus sudah selesai supaya bulan April 2017 sudah bisa digunakan,” Tambahnya.

Seperti yang disaksikan, acara peresmian dilanjutkan dengan ritual adat yang dibawakan oleh sejumlah tokoh kampung Nekang sebagai pemilik awal tanah RSUD Ruteng.

Menutup acara peresmian, gedung ini didoakan secara Katolik. Pemberkatan gedung dilakukan oleh pastor Ompi. Disaksikan media ini, setiap ruangan direciki air suci. (js)

Beri rating artikel ini!