Pemilik Toko Dapat Kopi Pahit Karena Buang Sampah Sembarangan

floressmart.com—Didapuk sebagai komandan “pasukan kuning” pada akhir Desember 2016 lalu, Marsel Gambang jadi susah ditemui. Ia lebih banyak bertugas di lapangan, mengontrol transfer depo bahkan ikut mengangkut sampah ke TPA kilometer 10 Poco.

Hal ini seturut pernyataanya bahwa tugas lapangan lebih banyak ketimbang administrasi dengan porsi 70:30. Sebelumnya Marsel juga menyatakan akan berperang melawan sampah kota Ruteng selama 100 hari sejak ia dipercayakan menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai Flores.

“Di kantor paling pagi. Selebihnya di lapangan mengurus sampah,” Ujar Marsel Gambang ditemui saat inspeksi kebersihan di pasar Inpres Ruteng, Senin 16 Januari 2017.

Baca juga  Testimoni Tentang Yohan Dihari-hari Terakhir

Menurut mantan Kadis Perindagkop dan Asisten Bupati ini, kontribusi sampah di kota Ruteng tidak saja dari sentra pertokoan Ruteng dan pedagang pasar namun sampah juga milik pejalan kaki. Sampah yang bertebaran di jalanan kata dia merupakan milik penumpang angkutan umum. Belum lagi kerusakan drainase membuat persoalan sampah kian pelik.

“Satu per satu kita petakan masalahnya. Sambil memungut sampah sambil berpikir solusi yang tepat. Kedepan perlu ada pelibatan instansi terkait untuk mengawasi kendaraan yang membuang sampah sembarangan,” Tambahnya.

Di lapangan, Kadis Gambang kerap dibikin geram ketika mendapati orang membuang sampah sembarangan. Ia pernah menyuruh penumpang memungut lagi sampah yang dibuangnya.

Kadis Gambang juga pernah menegur pemilik apotek karena kedapatan melempar dos obat ke dalam saluran. Teranyar ia mendaprat pemilik toko karena membuang sampah kardus dan plastik di tembok lapangan Motang Rua.

Baca juga  Gubernur NTT : Perintah Mendagri Terkait Pantai Pede Tidak Serta Merta Dilaksanakan

“Ceritanya saya lagi pantau sampah pertokoan hari Minggu (15/1). Saya melihat satu orang penjaga took bolak-balik buang sampah di tembok motang rua. Saya rekam lalu saya mendatangi pemilik tokonya,” Bebernya sambil memperlihatkan video tersebut.

Diceritakan Marsel, pemilik toko Harapan yang ditegurnya justru membuka debat termasuk menanyakan kapasitasnya.

“Awalnya banyak bacot dia, ketika saya  kasitau kewenangan kami barulah aci itu merendah dan mengakui kesalahanya,” Imbuhnya.

“Sekian lama dia buka toko di situ tapi tidak ada tong sampah. Mental beginian kita sikat,”Tandasnya menambahkan.

Baca juga  Longsor, Ruteng-Reo Putus, Ups ! Ada Yang Cari Untung

Kejadian itu tak lantas selesai begitu saja. Pemilik toko Harapan dipanggil untuk menghap karena membuang sampah tidak pada tempatnya.

“Sudah saya kirim surat panggilan resmi. Hal-hal begini jangan dibiarkan. Kita ada Perda ketertiban umum,” Urainya.

Kadis Gambang mengaku geram dengan sikap apatis pelaku usaha yang tidak menyediakan tempat sampah di depan toko atau stan pasar.

Dalam waktu dekat ia akan menggelar pertemuan lintas sektoral membahas masalah kebersihan kota dan persampahan.

“Yang diundang TNI dan Polri, Camat dan para Lurah, kepala sekolah Paud hingga utusan perguruan tinggi, paguyuban, organisasi kepemudaan,”Ungkapnya. (js)

Tag: