Diserang JPIC,Ini Komentar Viktor Madur

floressmart.com—Lembaga advokasi Justice, Peace and Integrity of Creation (JPIC) Keuskupan Ruteng menyoal kehadiran investor tambang di Manggarai. JPIC mengumbar tuduhan ada politik dagang sapi (tawar menawar) antara Pemda Manggarai dengan investor tambang PT. Masterlong Mining Resources (MMR) yang hendak melakukan eksploitasi mangan di  Nggalak-Maki, Kecamatan Reok Barat.

Seperti diberitakan media setempat, JPIC juga menyebut PT. MMR berkontribusi terhadap kemenangan Deno-Madur pada Pemilukada 9 Desember 2015 lalu. Merespons hal itu ,Wakil Bupati Manggarai Viktor Madur mempersilahkan JPIC untuk membuktikan tuduhanya.

Baca juga  Kemenpora Gelar Turnamen Sepak Bola Antar Pelajar di Manggarai Barat

“Boleh tunjukan bukti ada politik dagang sapi atau politik transaksional atau apalagi terserah saja,”Ungkap Wabup Viktor Madur kepada floressmart.com, Jumat 20 Januari 2017.

Lebih lanjut Wabup Madur mengatakan, upaya pendampingan JPIC terhadap masyarakat Nggalak Maki sudah melenceng jauh dari substansi soal.  Kata Madur, tudingan JPIC bersifat menyerang pribadi Deno-Madur.

“Yang dipertentangkan sama JPIC yakni uji Amdal yang sedang berlangsung tapi kemudian diseret ke hal-hal politik lalu memfitnah. Ini tidak baik,”Sambungnya.

Kembali ke soal blok Nggalak Maki, Wabup Viktor Madur mengatakan bahwa Pemda ingin mendengar langsung aspirasi masyarakat.

Baca juga  Ini Alasan Pengelola Parkiran Bandara Komodo Pungut Karcis Untuk Pejalan Kaki

“Ada saatnya nanti kita akan duduk bersama dengan masyarakat dari Nggalak Maki. Disitu dibuka lagi kesepakatan dan komitmen awal antara warga dengan investor ,”Cetusnya.

Merekomendasikan 142 Hektar Saja

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Marsel Gambang menjelaskan,uji dokumen Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) yang diajukan PT. Masterlong Mining Resources sedang berjalan. Komisi AMDAL kata dia sedang merampungkan studi dan kajian-kajian.

“Tugas kabupaten menuntaskan uji AMDAL sedangkan perizinan itu kewenangan propinsi,” Terangnya.

Meski belum tuntas,komisi Amdal telah melaporkan progress kerja tahap demi tahap. Hasilnya, kata Kadis Gambang, tim mereduksi area eksplorasi.

Baca juga  Ditemukan Banyak Kondom Di Taman Kota Ruteng

“Mengerucut pada 142 hektar saja yang direkomendasikan dari 2000 hektar yang diajukan. Tapi kajian kita belum rampung,”Bebernya.

Marsel Gambang mengisyaratkan tim AMDAL bakal mengurangi lagi area layak eksplorasi karena di dalam kawasan yang mengandung mangan itu terdapat aset pemda seperti irigasi dan air minum bersih.

Lainya kata Gambang, tempat itu tidak semuanya merupakan hak komunal namun banyak titik di dalamnya berstatus hutan lindung. (js)

Beri rating artikel ini!