Unjuk Rasa Kasus RSUD Matim Nyaris Ricuh,Polisi Tendang Mahasiswa

floressmart.com—Puluhan mahasiswa berunjuk rasa di Mapolres Manggarai Nusa Tenggara Timur,Kamis 2 Maret 2017 mendesak polisi mengusut dugaan korupsi pembangunan gedung rawat jalan RSUD Manggarai Timur yang ditengarai mark up dan PHO fiktif.

Namun baru saja memulai orasi, mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Ruteng ini langsung terlibat perang mulut dengan polisi yang menjaga unjuk rasa di depan Mapolres.

Baca juga  Ini PR Untuk Kapolres Manggarai Yang Baru

Terlihat sejumlah polisi berusaha menyerang pendemo namun dilerai oleh rekan mereka. Tapi ada juga aparat di situ yang bertindak kasar terhadap mahasiswa. Situasi mereda setelah Wakapolres Kompol Joko Tri Biantoro menenangkan anggotanya. Mahasiswa melanjutkan tuntutanya.

Namun situasi kembali memanas saat mahasiswa berusaha berdialog dengan Kapolres dan Kasat Reskrim. Namun Wakapolres mengatakan dua pejabat Polres itu sedang bertugas di luar daerah. Kompol Biantoro pun meminta mahasiswa agar tidak perlu lagi dialog.

Baca juga  Belasan Napi Di Ruteng Ikut UN Kesetaraan

“Kami akan tindaklanjuti tuntutan kawan-kawan dan saya akan sampaikan ke Kapolres nanti setelah bliau kembali,” Ujar Wakapolres.

Namun penjelasan perwira satu melati ini tidak diterima oleh mahasiswa dan terjadilah perang mulut. Kondisi ini menyulut reaksi anak buah Wakapolres. Sejumlah polisi mendorong paksa mahasiswa sambil memukul dan menendang pengunjuk rasa itu.

Baca juga  Ada Dugaan Mark Up Dan PHO Fiktif Proyek RSUD Matim

Rupanya Wakapolres Biantoro ikut terpancing emosi.Ia terlihat meringkus salah satu pendemo dan menyeretnya masuk ke dalam kintal Polres.

Disaat yang sama jalan di depan Mapolres makin dipadati warga yang menonton keributan itu. Tak lama setelah itu para pengunjuk rasa membubarkan diri dan melanjutkan aksi di kantor Kejari Ruteng. (js)

Tag: