BKH, Benny Korupsi Hambalang

floressmart.com—Ketua Komisi III DPR RI Benny K Harman (BKH) merasa aneh ketika ia dikecaman lantaran tidak mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pilgub DKI Jakarta. Benny juga mengaku dibuly habis-habisan lantaran pernyataan dia di media seolah-olah membela Front Pembela Islam (FPI).

“Kalau saya tidak dukung Ahok masuk akal karena saya punya partai kok. Masa orang-orang ini menilai saya tidak dukung Ahok berarti pak BKH anti Pancasila. Pak BKH nggak dukung Ahok berarti sehati dengan FPI. Pak BKH ndak dukung Ahok berarti pak BKH anti NKRI,” Ujar politisi partai Demokrat ini saat berdikusi dengan puluhan mahasiswa PMKRI di Ruteng, Minggu 5 Maret 2017.

Baca juga  Lamar Partai Hanura, ASET Janjikan Kemenangan

Terkait itu, BKH tantang seluruh akun facebook yang mengecamnya untuk berhadap-hadapan berdiskusi soal politik dan hukum.

“Ayo muncul kau hadap langsung. Saya tidak pernah mundur untuk berdiskusi. Ndak ada yang klaim lebih hebat wong buku yang kau baca sama juga yang dipakai sama saya,” Imbuhnya.

Kasus Hambalang

Benny juga menceritakan betapa ia tersiksa dituduh terlibat korupsi proyek Hambalang saat ia maju sebagai calon gubernur pada Pilgub NTT tahun 2013.

Baca juga  Menebak Nasib Golkar,Ini Kata Osi Gandut

“Mereka bilang BKH itu, Benny Korupsi Hambalang. Saya bilang coba buka itu. Yang terlibat kasus Hambalang kan sudah jelas siapa-siapa,” Kata Benny dibalas gelak tawa mahasiswa.

Dalam kasus Hambalang, kata Benny, ia pernah dipanggil KPK terkait posisi dia sebagai Ketua Komisi III DPR RI kala itu.

“Bukan dipanggil sebagai saksi hanya minta keterangan setengah jam hnaya tanya waktu itu apakah betul pak BNI pada saat membahas proyek Hambalang pak Benny yang pimpin rapat, ya betul saya bilang. Kalau betul pak Benny dan saya teken selesai,” Tuturnya.

Baca juga  Ketika Sesumbar BKH Diblok CR

BKH yang kembali maju dalam kontestasi Pilgub NTT tahun 2018 mendatang menganggap segala kritikan yang dilayangkan kepadanya merupakan cara lain berkompetisi dan berdemokrasi.

Namun dia juga menyangkan munculnya banyak postingan di facebook yang mulai membunuh karakternya sebagai calon gubernur.

“Belum apa-apa sudah mulai politik busuk politik hitam tapi itu biasa. Mungkin mereka yang tidak suka kita menyebarluaskan informasi supaya banyak orang NTT  membenci saya dan tidak dukung saya,”Katanya.(js)

Beri rating artikel ini!
Tag: