Mengenang Tuty,Wartawati Asal Ruteng Yang Tewas Dianiaya Suami Di Poso

floressmart.com—Jenazah Maria Yeane Agustuti, masih berada di Palu Sulawesi Tengah. Keluarga mengutus dua orang ke Palu untuk menjemput jenazah wanita yang biasa dipanggil Tuty ini.

Sementara itu para pelayat terus berdatangan ke rumah orang tua almarhumah di Redong Kelurahan Wali Kecamatan Langke Rembong Manggarai Nusa Tenggara Timur. Keluarga sangat terpukul dengan kematian wartawati harian Palu Ekspres itu. Wanita 37 tahun itu dihabisi oleh suaminya.

Lusia Riza Mado (65) ibunda almarhumah tampak tegar ketika diwawancarai floressmart.com, Sabtu petang, 18 Maret 2017. Wajah kepuh asal kabupaten Nagekeo Flores itu memang tak kuasa memendam duka, matanya sembab. Walau batin diaduk duka namun ia tampak semangat berkisah tentang Tuty anaknya.

Baca juga  Kejamnya Guru SMA di Elar Matim, Pukul Murid Hingga Pingsan

Sebaliknya, ayahanda Frans Ndos memilih untuk duduk saja di ruang tengah. Pria renta berusia 75 tahun ini sedari tadi memang terlihat bengong. Ternyata Frans sudah lama menderita dimensia (pikun).

“Ini hal yang paling mengerikan dalam hidup saya. Tapi mungkin sudah takdirnya (Tuty). Ia meninggal seperti itu. Sementara bapaknya belum tentu tau jika anaknya sudah tiada,” Ujar Lusia didampingi adiknya Adina Hendi Mado.

Bagi wanita berdarah Jawa dan Flores itu mengenang Tuty memang tak cukup dalam sehari. Jauh di lubuk hati Lucia tersimpan rerupa kisah. Namun ada satu cerita segar yang masih bermain dalam pikiranya, ya tentang belanja Natal Desember 2016.

Baca juga  Cerita Pilu Sang Kakak Menyaksikan Sarta Tewas Tertimpa Pohon

Saat itu katanya, kondisi keuangan sedang surut. Kesehatan mama Lucia pun menurun, akibatnya ia tidak bisa jualan kue untuk beberapa pekan hingga hari Natal tiba. Belum lagi anak-anak pada tinggal berjauhan.

Dua hari sebelum Natal, begitu ceritanya,  Tuty menelpon sang ibu menanyakan kabar. Lucia membalas anaknya dengan suara girang walaupun sakit agar Tuty tak cemas. Dari Palu Tuty meminta Lusia untuk mengambil uang di bank. Wartawati itu baru saja mengirim uang buat kedua orang tuanya.

Baca juga  Haru, Acara Pemakaman Wartawati Yang Dibunuh Suami

“Makan enak yah ma beli daging atau ikan buat papa dan mama. Panggil keluarga makan sama-sama di rumah merayakan Natal,” Kenangnya dengan mata berkaca.

Rupanya sekeping kisah ini justru membongkar lara hati mama Lusia. Ia terdiam seketika, matanya menerawang hingga mama Lucia tak bisa bicara lagi. Ia kembali menangis sambil mendekap foto anaknya dalam-dalam.

Seperti diberitakan, Maria Yeane Agustuti ditemukan tewas dengan wajah lebam di dalam kamar kosnya di Jalan Karoya Palu Selatan Sulawesi Tengah, Jumat 17 Maret 2017. Wanita kelahiran 19 Agustus 1982 ini dianiaya oleh suaminya sendiri Rinu Yohanes Sandipu (32). Tahun.

Tag: