Puisi-Puisi Fitri Wolos

 

Wafatlah Kasih

*Fitri Wolos

 

Jalan sengsara

Pengingat cawan akan darah

“Yang ditumpahkan bagimu”

Bunga karang bercuka asam

Dengan dalih pelepas dahaga

Dicucukkan pada bibir tak berdosa

Mahkota duri menghiasi kepala

Lalu darah pun membasuh wajah

Oleh palu, paku itu ditancapkan di antara tulang

Kembali darah mengalir dari nadi

 

Engkau terjatuh tiga kali

Manusia pun kembali menggali lubang dosa yang sama

Iman seakan tak mendalami deritaMu

Cipratan pemeo para pengawal menghujaniMu tanpa henti

Tiang penghukuman itu menjadi saksi

Betapa kerasnya Engkau disiksa

Betapa kejamnya kami.

Baca juga  Tidak Menemukan Timah, Lalu Mission Sacra

 

Di tiang penghukuman ini, tidak hanya pribadi manusia yang tergantung

Di sini wafatlah Kasih, Putra Allah yang menjadi manusia.

Bertobatlah selama nafas masih bersama kita.

 

Pengampunan

**Fitri Wolos

 

Dalam tatap yang sama

Di tempat yang tak asing lagi

Jiwa yang haus akan kasih bertekuk lutut

Dalam sukmanya, ia merindukan kedamaian

Ke dalam lubang yang sama ia masuk dengan sengaja

Hingga penyesalan seakan merenggut segala kebahagiaan

 

Ada ingatan yang seharusnya dibedah

Bahwa sesungguhnya tubuhmu adalah Tubuh Kristus

Mengapa tak dikasihi?

Bahwa seharusnya tubuhmu adalah Bait Roh Kudus

Mengapa sikapmu tak penuh dengan kasih?

Baca juga  Pulau Sauh Putus Itu Manggarai

 

Ketika penyesalan datang hingga merenggut kedamaian

Ingatlah bahwa pengampunan selalu ada.

 

Beroleh Jawab

*Fitri Wolos

 

Air mata mengalir tanpa jejak

Tetesnya berurai menembus batas

Kebingungan melanda hingga menguyah akal sehat

Diri terpukul oleh sesal

 

Menyelam ke relung jiwa,

Mencari arti perdebatan logika

Meretas setiap asa

Namun tak terpecahakan

Masih terus buram, kemudian gelap.

 

Roh kudus pun menghampiri,

Dengan tangis terisak,

Bertekuk lutut,

Mengatup tangan,

Menundukkan kepala,

Pendar cahaya lilin,

Menemani pembicaraan denganNya

Sang Kekasih Ilahi

 

Dalam keheningan teramat sangat

Kembali berenang ke relung jiwa

Baca juga  Tokoh Adat Desak Pemda Mabar Bongkar Compang Di Pede

Jauh menyelam lebih dalam…

Tak ada yang tertutup

Berdoalah

Maka beroleh jawab.

 

Fitri Wolos adalah anak tunggal dari pasangan Petrus Sais Wolos (Alm) dan Mefi Lendo. Bagi Fitri, sangat penting memperkenalkan kedua orang tua, sebagai bentuk penghargaan atas jasa orang tuanya. Pemilik nama lengkap Anastasia Safitri Wolos adalah lulusan Strata 1 di Universitas Negeri Padang jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fitri lahir di  Ruteng pada 3 September 1993. Fitri menulis puisi karena puisi telah mengabadikan sebagian hidupnya. “Puisi adalah aku.”, begitulah Fitri menghayatinya. Fitri juga merupakan anggota Komunitas Sastra Hujan Ruteng.

Beri rating artikel ini!
Puisi-Puisi Fitri Wolos,5 / 5 ( 1voting )