Kadis Pendidikan Matim : Kepsek Yang Katai Babi Kepada Wartawan Sebaiknya Minta Maaf

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur (Matim) Frederika Sok menyayangkan tindakan intimidasi terhadap wartawan yang dilakukan oknum kepala sekolah dasar di Kecamatan Borong.

Kadis Frederika juga mengaku telah diwawancarai media  menanggapi ucapan tidak pantas seorang Kepsek yang mengatai “babi” kepada wartawan floreseditorial.com.

“Tidak pantas seorang kepala sekolah mengeluarkan bahasa kotor seperti itu,” Ujar Frederika Sok ketika dihubungi Jumat malam 5 Mei 2017 kemarin.

Ia pun menghimbau agar kepala sekolah yang mengatai wartawan itu binatang segera menyampaikan permohonan maaf.

Baca juga  BBHA Heri-Adolf Meniru Pelalawan?

“Sebaiknya yang bersangkutan minta maaf kepada wartawan floreseditorial karena ucapan itu telah merendahkan derajat orang lain,” Ucap Frederika.

Kendatipun ucapan oknum Kepsek itu sebagai bentuk ketidakpuasan dia terhadap berita yang diturunkan redaksi floreseditorial sebelumnya namun menurut Kadis Frederika tetap saja hal itu menyalahi etika.

“Tidak sedikit orang dirugikan oleh karena pemberitaan tapi narasumber punya hak untuk klarifikasi jika ada yang keliru dalam sebuah berita supaya diluruskan. Jangan justru mengintimidasi media karena karya jurnalistik seorang wartawan dilindungi undang-undang,”Terang dia.

Baca juga  Haru, Acara Pemakaman Wartawati Yang Dibunuh Suami

Ia pun telah mencatat nama kepala sekolah tersebut untuk selanjutnya dipanggil ke kantor dinas pendidikan Matim bersama kepala sekolah lainya yang terlibat dalam kasus ini.

Untuk diketahui, kasus ini bemula ketika floreseditorial.com menurunkan berita Kepala Desa Golo Kantar, Marselus Noe Nuhung memolisikan Kepala Sekolah SDK Jawang  Theresia Lumu karena mengganti secara sepihak peran Marselus Nuhung sebagai inspektur upacara Hardiknas pada 2 Mei 2017 lalu.

Dalam berita yang diberi judul “Di Matim Kades Polisikan Guru Saat Hardiknas” edisi Rabu 3 Mei 2017 disebutkan pihak Theresia melalui Kepsek SDI Tenda Tuang, Aleks Nambung mengakui kesalahan dan menerima denda adat dari Kades Marselus berupa uang dan babi.

Baca juga  Polisi Tangkap Bandar Judi Kupon Putih Di Reo

Namun setelahnya, Aleks Nambung menuding wartawan floreseditorial.com sengaja memelintir pernyataanya. Aleks mengklaim ia tidak pernah menyatakan kesalahan di pihak Kepsek Theresia.

Masalah ini telah dimediasi di Polsek Borong, Kamis 4 Mei 2017. Di situlah seorang wartawan floreseditorial.com bernama Gun Ndarung dikatai babi oleh Kepsek Aleks. (js)

Tag: