Untuk Yang Abadi, Puisi Rini Temala

 

UNTUK YANG ABADI

 

Hingga saat kau memakunya,

Ada tanya tentang hidup

Tentang caramu yang kadang cinta dengan pamrih

Tentang senyummu yang kadang tak manis

Tentang sapamu yang mungkin tak tulus

 

Hingga saat kau memakunya,

Ada rindu untuk kembali

Pada waktu dia bersama

Membelai rambutmu saat tidurmu

Baca juga  Si Pondik

Mendoakamu saat kau hendak sekolah

Memelukmu saat kau datang membawa susu cokelat untuknya

 

Hingga saat kau memakunya,

Kau akan tahu

Betapa ia mencintaimu

Betapa ia menahan sakitnya yang pedih

Betapa kau akan paham apa artinya ditinggalkan

 

Hingga saat kau memaku,

Pada peti matinya

Bahagiakan ia dengan doa tulusmu

Baca juga  Tidak Menemukan Timah, Lalu Mission Sacra

Untuk keabadiannya yang paling abadi.

 

Kusu, Mei 2017

 

 

AYAH

 

Ayah, yang cinta dengan diam

Yang dekap paling hangat

Telah jatuh, pada tangis paling sadis

Yang penuh dengan tanya tanpa tanda

Yang sendu paling teduh

 

Ayah, yang sentuh dengan kerut

Yang kecup pada lutut yang bertelut

Baca juga  Kampung Ruteng Pu'u Berbenah, Warga Diminta Makin Tertib

Telah bangkit, dengan cara paling lapang

Yang membungkuk pada alam

Yang memintal cinta dengan doa tanpa kata.

 

Kusu, Mei 2017

Rini Temala. Lahir di Maumere, 2 April 1993. Bergiat di Komunitas Sastra Hujan Ruteng.

Beri rating artikel ini!