Kepsek di Matim Yang Bilang Babi Kepada Wartawan Akan Ditindak Tegas

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur Nusa Tenggara Timur Frederika Soch, memanggil  Theresia Lumu Kepala Sekolah SDK Jawang dan Aleks Nambung Kepsek SDI Tenda Tuang lantaran keduanya diberitakan mengatai binantang kepada wartawan serta mendenda redaksi floreseditorial.com dengan babi dan uang.

“Keduanya telah saya panggil namun mereka menyangkal tidak pernah menyebut babi kepada wartawan dan tidak menjatukan denda adat kepada wartawan serta tidak pernah mengintimidasi dua adik saya wartawan floreseditorial,” Kata Kadis Frederika saat menerima belasan awak media di kantornya di Lehong Borong,Senin 8 Mei 2017.

Meski Kepsek Theresia dan Aleks tidak mengakui perbuatanya, namun Kadis Frederika memastikan tetap akan menjatuhkan tindakan tegas kepada dua Kepsek tersebut.

“Perlu ditindak, supaya ada efek jera. Nanti malah terjadi seperti ungkapan guru kencing berdiri murid kencing berlari. Perbuatan buruk guru akan ditiru oleh anak-anak di sekolah,” Ia menambahkan.

Baca juga  Siswi SMP di Ruteng Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Dengan Tubuh Gosong

Ia pun memberi waktu dua hari kedepan (Selasa dan Rabu) kepada Theresia dan Aleks untuk menyusun kronologi dan klarifikasi termasuk mencantumkan permohonan maaf kepada wartawan floreseditorial secara khusus juga organisasi pers di Manggarai Raya.

Selanjutnya, kata Frederika, surat klarifikasi dari pihak Theresia dan Aleks akan diserahkan ke bupati Matim kemudian dijadikan siaran pers dari pihak Dinas Pendidikan dan kebudayaan Matim.

“Saya sudah sampaikan keduanya untuk cantumkan permohonan maaf kepada pers,”Cetusnya.

Lantas,Kadis Frederika mempersilahkan wartawan jika masih ingin memidanakan Theresia Lumu Kepala Sekolah SDK Jawang dan Aleks Nambung Kepsek SDI Tenda Tuang oleh karena telah menghina martabat dan profesi jurnalis.

Baca juga  Polisi Gerebeg Rumah Penimbun BBM Di Reo, 3.460 Liter Minyak Tanah Diamankan

“Saya kira adik-adik wartawan ini punya rekaman atau video penghinaan itu. Silahkan dua adik wartawan yang telah dihina untuk proses hukum dua Kepsek itu,” Ungkap Frederika didampingi Seketaris Dinas,Yosef Durahi.

 

“Kita kutuk perbuatan oknum guru macam itu. Saya sendiri tidak suka jika ada pendidik yang menghina martabat orang lain. Agama kita melarang siapapun untuk tidak merendahkan martabat orang lain,” Ujarnya menambahkan.

Pada bagian akhir dialog dengan para wartawan siber yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Online (AJO) bersama kuasa hukum AJO Frans Ramli, Kadis Frederika juga menyampaikan permohonan maafnya atas tindakan tak pantas dari Kepsek Theresia dan Kepsek Aleks.

“Walaupun mereka dua yang buat, tapi sebagai Kadis sekaligus pelindung dan penasehat kepala sekolah saya memohon maaf untuk teman-teman semua,”Ucapnya.

Baca juga  AJO Kecam Intimidasi Wartawan di Matim

Seperti diberitakan, dua orang wartawan floreseditorial.com  masing-masing Andre Kornasen dan Gun Ndarung dikatai babi saat menyelesaikan kisruh pemberitaan antara redaksi floreseditorial.com  dengan narasumber media itu masing-masing Theresia Lumu Kepala Sekolah SDK Jawang dan Aleks Nambung Kepsek SDI Tenda Tuang.

Tidak hanya disamakan dengan binatang, dalam acara mediasi yang digelar di kantor Polsek Borong,4 Mei 2017, Andre dan Gun mengaku diintimidasi yang berujung penjatuhan denda adat oleh pihak Aleks dan Theresia berupa satu ekor babi dan uang Rp 1 juta rupiah.

Dalam kasus ini, redaksi floreseditorial.com memang salah memberi keterangan foto namun secara umum berita yang disajikan berdasarkan rekaman pernyataan Kepsek Theresia dan Kepsek Aleks yang terlibat konflik dengan Kepala Desa Golo Kantar Marselus Nuhung pada upacara Hardiknas 2 Mei 2017 lalu. (js)

Tag: