Seribu Penari Ndundu Ndake Sambut TdF 2017

Peserta Tour de Flores 2017 dipastikan tiba di Kabupaten Manggarai pada 18 Juli mendatang sekitar pukul 10.00 WITA. Para pesepeda dan rombongan bakal diterima secara adat dilanjutkan dengan gelar tari kolosal di lapangan Motang Rua Ruteng.

Tak tanggung, Pemda Manggarai menerjunkan 1000 penari menerima tamu TdF. Setiap instansi pemerintah termasuk TNI dan Polri mengutus masing-masing 20 penari ditambah 200 penari dari SMA Setia Bakti. Adapun tarian yang dibawakan yakni Sae Ndundu Ndake, salah satu tarian yang biasa dipentaskan saat menyambut tamu penting.

Baca juga  Ketakjuban yang Mendatangkan Cinta! (Sebuah Sketsa ke Arah Ekowisata Pariwisata Manggarai Timur)

Erni Jem, salah satu koreografer tari mengatakan, ia bersama tiga pengarah tari Ndundundake telah melakoni satu kali latihan. Walau tinggal 10 hari lagi namun Erni Jem optimis perform adat ini tak bakal mengecewakan.

“Mulai hari Selasa besok (11/7) dan seterusnya kita latih tiap hari,” ujar Erni Jem dihubungi Minggu 9 Juli 2017.

Baca juga  Semarak Penyambutan Peserta Tour de Flores 2017 di Ruteng Bersama 1.500 Penari

Erni yang merupakan Guru SD Ruteng V ini mengatakan, para koreografer Ndundundake tidak memasukan pola gerak berformasi. Pengarah tari, kata Erni, fokus dengan gerakan standar Ndundu Ndake dalam bentuk baris-berbaris saja.

“Saya kira tidak sulit ya untuk 1000 penari karena kita tidak masukan pola lantai tapi gerakanya full Ndundu Ndake saja. Penabuh gong dan gendang diupayakan banyak supaya bunyi alat musik lebih gaung dan rancak ,” tambahnya.

Baca juga  Polisi Di Manggarai NTT Menari Dengan Pakayan Adat Lengkap Memeriahkan HUT Kemerdekaan

Seluruh penari, kata Erni, akan mengenakan busana adat khas Manggarai. (js)

Beri rating artikel ini!
Tag: