Protes Kerusakan Jalan, Warga Tanam Pisang di Jalur Ruteng-Iteng

Warga Kecamatan Satar Mese sudah gerah melihat jalan Ruteng-Iteng  yang kondisinya kian parah. Dari total 36 kilo meter panjang ruas Ruteng-Iteng, ada sekitar 10 kilo meter yang rusak. Menurut warga, jalan raya ini rusak sejak tahun 2009 namun hingga kini tak juga diperbaiki.

Senin, 24 Juli 2017, belasan orang  tiba-tiba memblokade jalur ini. Mereka menanam belasan batang pohon pisang di badan jalan, tepatnya di Desa Umung Kecamatan Satar Mese. Aksi tanam pisang ini merupakan bentuk protes atas sikap apatis pemerintah yang membiarkan jalan tersebut kian parah.

Baca juga  Bupati : Pembocor Dokumen “ASN Pecat” Ditelusuri

Warga juga membentang spanduk berisi kecamaman terhadap pemerintah daerah yang  terkesan tutup mata dengan persoalan ini. Warga tak ambil pusing meski dijelaskan bahwa jalur Ruteng-Iteng merupakan tanggung jawab pihak Pemprov NTT.

“Kami masyarakat Kecamatan Satar Mese mulai marah. Ini peringatan buat pemerintah agar segera memperbaiki jalan Ruteng-Iteng,” ucap, Husaini, di sela-sela aksi blokade.

“Kami tidak mau tau apakah ini tanggung jawab pemerintah propinsi, pokoknya jalan ini segera diperbaiki, kerusakan jalan ini sudah terlalu lama pak,” ujar Husaini menambahkan.

Baca juga  Lima Rumah Di Cibal Rusak, PMI Ruteng Beri Bantuan

Tidak hanya mengecam Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, Warga pun menagih janji anggota DPRD NTT dari dapil Manggarai Raya yang berkali-kali menjanjikan perbaikan jalan Ruteng-Iteng. Pemerintah dan DPRD Kabupaten Manggarai juga diminta jangan cuci tangan terhadap persoalan ini meskipun jalur Ruteng-Iteng berstatus jalan provinsi.

“Bilangnya Satar Mese ini lumbung padi NTT dan di Satar Mese ini ada sumber listrik panas bumi yang listriknya sudah dinikmati oleh puluhan ribu pelanggan PLN, tapi kenapa kerusakan jalan ke wilayah kami ini tidak diperbaiki. Sudah mulai lupa diri ini pemerintah,” sambung Husaini.

Baca juga  Setelah Anaknya Diperkosa Ayah Kandung, Ini Cerita 'mengerikan' Dari Sang Ibu

Aksi puluhan warga ini membuat kendaraan dari dua arah tertahan selama dua jam. Meski sejumlah anggota TNI dari Koramil Iteng berada di lokasi aksi, namun para tentara itu tidak bisa berbuat apa-apa selain merekam aksi blokade. Blokade baru dibuka karena ada mobil ambulans membawa pasien gawat darurat ke RSUD dr Ben Mboi Ruteng. (js)