KKN di Desa Wajur Kuwus,Mahasiswa STKIP Ruteng Ajarkan Kreasi Edukatif dari Bahan Limbah pada Anak Usia Dini  

Mahasiswa STKIP St. Paulus Ruteng tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Wajur, Kecamatan Kuwus Kabupaten Manggarai Barat.

Sejumlah kegiatan telah dilakoni oleh puluhan mahasiswa PG PAUD tersebut, termasuk memperkenalkan jenis permainan edukatif kepada anak-anak usia dini. Di PAUD ST. Yosef Wajur.

Di PAUD ini, mahasiswa mengajarkan cara membuat karya edukasi dari bahan limbah rumah tangga.

Adapun bahan-bahan yang digunakan yakni tutupan botol, kertas origami, gardus bekas, lem, gunting dan  spidol.

Dari bahan-bahan tersebut, mahasiswa KKN, para guru dan anak-anak PAUD membuat permainan seperti boneka, bunga, dan kupu-kupu dari kertas origami.

Sementara tutupan botol bekas yang sudah jauh-jauh hari dipungut dan dibersikan, oleh  mahasiswa tersebut ditempelkan kertas origami yang sudah digunting rapi dan diberi angka dan abjad dan diperkenalkan kepada anak-anak.

Baca juga  Jangan Salah,Sekdes PNS Pun Dapat Diberhentikan Oleh Kades

Selama proses pembuatan alat pemainan itu, anak-anak dengan aktif terlibat dalam membuat permainan. Selain mengikuti arahan mahasiswa KKN, mereka juga dengan lancar menjawab pertanyaan ketika ditanya tentang warna-warna yang ditunjuk.

Koordinator bidang pendidikan PAUD, Margareta Yoina Jelita, menjelaskan, mainan edukatif seperti itu bertujuan untuk mengembangkan enam aspek perkembangan anak usia dini yakni perkembangan bahasa, kognitif, psikomotorik,nilai moral, sosial emosiaonal dan seni.

“Ketika anak-anak berinteraksi dalam permainan ini, baik interaksi verbal maupun non verbal itu berarti perkembangan bahasa dan aspek lainnya sudah kita temukan. Selain itu, ketika anak-anak meneyebut abjad dan angka berarti di sana kita temukan aspek kognitif anak. Rasa ingin tahu anak selama pembuatan permainan tersebut juga bisa merangsang perkembangan psikomotorik anak, ” ungkapnya, Kamis, 10 Agustus 2017.

Baca juga  Bupati Deno Sahkan Hasil Pilkades Desa Rai

Sementara itu,  Wihelmina Suku , pengelola dan pendidik PAUD St. Yosef Wajur menyampaikan kesan positif dan rasa terimakasihnya  ketika melihat kreativitas mahasiswa KKN yang terbuat dari tutupan botol bekas yang dinilainya sangat bagus dan seni.

“Pertama- tama, saya mengucapkan terimakasih karena adik-adik mahasiswa KKN sudah meluangkan waktu untuk mengunjungi kami. Permainan seperti ini adalah ilmu baru buat saya dan tentunya sangat bermanfaat untuk anak-anak saya dan saya sangat tertarik dengan hasil kreativitas adik-adik. Palingan selama ini hanya meemperkenalkan kartu warna dan abjad,” ungkapnya.

Baca juga  Pembangunan Irigasi 2016 Tidak ada Hubungan dengan Proposal Desa Gulung

Wihelmina yang sudah mengabdi di sekolah PAUD St. Yosep Wajur,  mengungkapkan kreasi edukasi bagi anak-anak usia dini sangat berpengaruh positif terhadap prestasi anak ketika sudah masuk di bangku SD.

“Sejauh ini, perkembangan  PAUD sangat pesat. Hal ini dibuktikan ketika mereka masuk di bangku SD, sering mendapat prestasi. Berbeda sekali dengan anak-anak yang tidak mengikuti PAUD, “  tuturnya.

Ketika ditanyai berkaitan dengan masalah selama PAUD ini didirikan pada  2009 lalu, Wihelmina mengungkapkan, yang  sering terjadi adalah kurangnya dorongan dan kepercayaan orang tua untuk memasuki anaknya ke sekolah PAUD.

Selain berkreasi dari bahan bekas, mahasiswa KKN juga akan melakukan senam bersama anak-anak PAUD St. Yosep Jumat, 11 Agustus 2017. (Maria Asri)