Muku Ca Pu’u Néka woléng Curup Téu Ca Ambo Néka Woléng Lako. Apa Maksudnya?

Halnya masyarakat Manggarai sebagai akar rumput yang 100% Manggarai dengan kekayaan falsafah persatuan lokal, dan 100% warna negara Indonesia (100% masyarakat lokol 100% Warga Negara Indonesia).

Falsafah persatual lokal orang Manggarai adalah kekayaan yang selalu menjiwai kehidupan orang Manggarai disepanjang masa. Ungkapan ini pula menggerakkan setiap insan Manggarai untuk menghargai, mempertahankan dan mengaktualisasikan nilai-nilai persatuan lokal, sebagai tindakan dalam mempertahankan relasi yang solid dan harmonis antar sesama.

Persatuan solid digambarkan dalam ungkapan kimpur neho kiwung, cirang neho rimang, neho rimang rana, pateng wa wae worok eta golo «kimpur: tebal; kiwung: bagian yang keras dari batang enau; cirang: kuat, paten; ného: seperti, bagaikan; rimang: bagian yang kuat dari ijuk; rana: muda pertama; golo: gunung.

Baca juga  Tidak Menemukan Timah, Lalu Mission Sacra

Filosofi persatuan sosial orang Manggarai menarik untuk dipertahankan dalam menanggapi berbagai persoalan hidup. Namun persoalan yang sering terjadi saat ini, selalu menghantam dan mengikis makna terdalam dari persatuan lokal tersebut.

Kemajuan cara berpikir dan cara kerja mengikis dan mengancam makna go’ét tersebut. Kerja gotong royong, seperti dodo/julu «dodo/julu: keja bergilir» mulai pudar.
Perbedaan pilihan saat pemilihan umum berdampak buruk pada komunitas keluarga yakni perpecahan «bike (perpecahan), toe tombo/jaong tau (tidak baku omong satu dengan yang lain) asé agu kae (antara adik dan kaka)». Informasi-informasi menggiurkan, seperti iklan tambang yang manis tanpa memberitahukan dampaknya akan meruncing kekacauan antara klan, karena perbedaan tafsir/analisa.

Baca juga  Untuk Yang Abadi, Puisi Rini Temala

Kenyataan menunjukkan bahwa kehadiran tambang dapat merusak atau memunculkan konflik sosial. Hal ini dialami oleh setiap negara yang mengijikan ekspotasi pertambangan, termasuk Indonesia dan Manggarai khususnya. Kita sebut saja misalnya konflik horinsontal di Amerika Latin (Peru) dan Provinsi San Filipe de Jesus Mexisico yakni penindasan dan diskriminasi terhadap masyarakat yang memunculkan konflik sosial serta menghilangkan harapan hidup masyarakat setempat (Aman; 2014: 23-24).

Baca juga  Siri Bongkok, Simbol Pemersatu Kehidupan

Realitas tidak terbantahkan lagi dialami oleh rakyat Indonesia, lebih khusus wilayah yang mengijinkan pertambangan, dan NTT salah satunya. NTT adalah salah satu daerah yang memiliki potensi tambang yang berkualitas tinggi di dunia (Hasiman, 2014:75). Maraknya dinamika pertambangan tidak hanya meruncing krisis ekologis tetapi juga konflik sosial, sebagaima yang dialami oleh masyarakat Manggarai yang pernah diijinkan pertambangan (Hasiman, 2014:75-76;Witin, 2009:137-139).

Tag: