Muku Ca Pu’u Néka woléng Curup Téu Ca Ambo Néka Woléng Lako. Apa Maksudnya?

Hal ini akan menjadi penting bila berhadapan dengan kebudayaan Manggarai yang bersifat kolektif dan komunikatif. Keunikan setiap pribadi adalah dasar kekayaan dan kebesaran dalam komunio orang Manggarai, sehingga keterbukan dalam menghargai orang lain adalah sikap yang harus dipupuk untuk melamahkan egoistis (Sutam, 2012:172). Pentingnya persatuan lokal agar setiap pribadi dapat mengembangkan setiap potensi dirinya, yang pada giliranya setiap orang menanamkan semangat solidaritas (GS 53,2;57,2).

Baca juga  Ritus Teing Hang Empo dan Usaha Melawan Lupa

Pada akhir tulisan ini, kita menyadari bahwa goét muku ca pu’u néka woleng curup téu ca ambo néka woléng lako (dan goét lainya) sebagai salah satu rujukan dalam mengenal diri sebagai pribadi (relasi personal), membangun relasi dengan orang lain (relasi dengan sesama), dan rambu-rambu relasi dengan Tuhan (relasi religus) yang diwujudnyatakan dalam relasi social dan relasi ekologis.

Baca juga  Bocah Penakluk Gunung

Penulis adalah Jurnalis Tinggal di Ruteng.

Tag: