Tikor Rabies Eliminasi Anjing di Langke Rembong

Seorang anggota TNI menyeret anjing yang baru ditembak mati. Foto, floressmart.com, Senin 23 Oktober 2017.

Floressmart.com—Tim penanggulangan Hewan Penular Rabies (HPR) yang berjumlah tak kurang dari 40 orang memburu dan mengeksekusi mati anjing-anjing yang berkeliaran di wilayah Kecamatan Langke Rembong. Hari pertama penertiban, Senin (23/10/2017), tim menyasar empat kelurahan yakni Kelurahan Bangka Nekang, Waso, Bangka Rowang dan Kelurahan Pau.

Baca juga  LBH : Kasus Keracunan Seafood Di Ruteng Bisa Seret Pelaku Usaha Dan Dinas Terkait

Seperti disaksikan, Camat Langke Rembong, Petrus Masangkat yang memimpin eliminasi  HPR juga menerjunkan sejumlah “sniper” senapan angin gejluk. Suara senapan terdengar bersimpongang , belasan ekor anjing pun terkapar.

Petrus Masangkat, selaku Ketua Tikor Kecamatan Langke Rembong menjelaskan, penertiban HPR in digelar menindaklanjuti himbauan penertiban HPR yang diumumkan ke masyarakat sepekan sebelumnya.

“Sudah ada pengumuman resmi dari Tikor kecamatan sebelumnya agar warga di seluruh kelurahan di wilayah Kecamatan Langke Rembong menertibkan anjing peliharaan di rumah masing-masing. Anjing yang tidak diikat atau dikandangkan akan dieliminasi,” ujar Masangkat sambil berkata bahwa eliminasi HPR merupakan perintah Perda tentang Penanggulangan Rabies.

Baca juga  Dugaan Korupsi Matim "Menggila",Ini Komentar Bupati Tote

“Tikor juga menyuntikan Vaksin Anti Rabies (VAR) secara gratis untuk HPR yang belum divaksin,” sambungnya.

Dalam operasi penertiban HPR, lanjutnya, melibatkan Tikor Kabupaten, Kecamatan serta Tikor Kelurahan serta TNI. Dijelaskan Masangkat, eliminasi anjing yang berkeliaran masih bersifat manual.

“Ada belasan personel TNI yang terlibat, tapi tidak membawa senjata api,” imbuhnya.

Baca juga  Pius Lustrilanang : Utamakan Pendidikan Anak

Lebih lanjut dikatakan, operasi penertiban HPR dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Bahkan, kata Masangkat, warga juga diperintahkan untuk ikut membasmi anjing-anjing yang berkeliaran di jalan atau di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Beri rating artikel ini!
Tag: