Esthon- Chris dan Deno Kamelus Kompak Tolak Politik Identitas

Pasangan Cagub Cawagub EsthonChris bersama Deno Kamelus saat acara pengkuhuhan tim kerja dan relawan EsthonChris di aula Asumpta, Ruteng, Jumat 10 November 2017. (foto: Richard Sitepu)

Floressmart—Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur  NTT, Esthon Foenay – Christian Rotok anti terhadap politik identitas yang sengaja dimainkan jelang Pilgub NTT yang digelar Juni 2018 mendatang. Bahkan seruan untuk  mematikan politik pecah belah kini jadi menu wajib Esthon-Chris setiap melakukan safari politik di seluruh wilayah NTT.

Baca juga  Ini Skenario Pengamanan Kampanye Akbar Deno-Madur

Dihadapan dua ribuan pendukung Esthon-Chris di Ruteng Ibu Kota Kabupaten Manggarai, Jumat 10 November 2017, duet yang didukung Gerindra dan PAN ini kembali mengajak publik NTT menolak sentimen Suku, Agama dan Ras (SARA) dalam berpolitik.

Esthon dalam orasinya berkali-kali mengajak seluruh elemen masyarakat NTT untuk menjadi pemilih rasional dan cerdas sehingga mampu mengelola identitas politik apapun sebagai sumber-daya politik kemanusiaan yang bermartabat.

Baca juga  Esthon Akan Pinang Rotok Di Ruteng

Ia berkata, mencintai NTT itu sederhana, cukup dengan cara menciptakan rasa aman bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan Suku, Agama dan Ras (SARA).

“Politik identitas sangat berbahaya . Masyarakat dikondisikan untuk menjual isu agama dan etnis.  Jangan pilih si A karena ia berbeda agama atau berbeda etnis dengan kita. Ini adalah kejahatan politik sekaligus perusak demokrasi,” ujar Esthon, saat pengukuhan tim pemenangan dan relawan di gedung Asumpta, Jumat.

Baca juga  Kentalnya Nuansa Suku Rembong pada Syukuran Akbar dan Launching Caleg PKS Matim

Menurut Esthon, politik identitas pada saatnya memunculkan fasisme berbasis ras dan agama. Yang lebih mengerikan kata dia, oleh pihak-pihak tertentu publik digiring untuk memfitnah secara keji agar popularitas kandidat tertentu rusak di mata publik.

Tag: