Angka Kehamilan Dibawah Usia Subur di Sikka Mengkhawatirkan

Kadis P2KBP3A Kabupaten Sikka, Constantia Tupa Arankoja pada kegiatan Sosialisasi KIE Kreatif KKBPK BKKBN 2017 di Desa Bloro, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Kamis 16 November 2017.

Floressmart– Sedikitnya  400 orang  perempuan di bawah umur 20 tahun di Kabupaten Sikka Flores dilaporkan hamil pada periode Januari-September 2017. Angka ini turun dari tahun sebelumnya, dimana pada tahun 2016 lalu Dinas KB setempat mencatat ada 558 perempuan yang hamil dibawah usia subur.

Baca juga  Pius Lustrilanang : Utamakan Pendidikan Anak

Demikian dipaparkan Kadis Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak  (P2KBP3A) Kabupaten Sikka, Constantia Tupa Arankoja pada  kegiatan Sosialisasi KIE Kreatif Program Kependudukan dan KB Pembangunan Keluarga (KKBPK) BKKBN 2017 di Desa Bloro, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Kamis 16 November 2017.

Menurut Kadis Conctantia, jumlah kehamilan perempuan dibawah usia subur berdampak pada penambahan jumlah kasus kematian ibu dan bayi di Kabupaten Sikka.

Prihatin dengan kondisi tersebut, Kadis Constantia berharap agar setiap keluarga di Sikka mengikuti program KB Kamis 16 Noarena dengan ber-KB kata dia, keluarga mulai merencanakan pendidikan bagi anak termasuk kesehatan reproduksi anak remaja,”

Baca juga  Keluarga Tangguh Melahirkan Generasi Tangguh

“Jelas usia seperti ini, masih duduk di bangku SMP dan SMA. Mari kita tiadakan kasus-kasus seperti itu,” ujar Constantia.

Dihadapan ratusan peserta sosialisasi, Kadis Constantia menjelaskan usia pernikahan yang ideal sesuai rekomendasi BKKBN yakni pada umur 21 tahun perempuan , laki-laki 25 tahun.

“Berdasarkan ilmu kesehatan, umur ideal yang matang secara biologis dan psikologis bagi perempuan adalah 20-25 tahun. Sedangkan, pria pada rentang 25-30 tahun,” paparnya.

Baca juga  Forum Pemuda Manggarai Gelar Festival Seni Dan Budaya

“Dibawah usi itu organ reproduksi belum matang untuk terjadinya sebuah kehamilan pada usia remaja. Demikian juga secara psikologis, masih belum siap menghadapi berbagai persoalan kehidupan berkeluarga,” ujarnya menambahkan.

Kegiatan Sosialisasi KIE Kreatif program Kependudukan dan KB Pembangunan Keluarga ini dihadiri Wakil Ketua Komis XI DPR RI Pius Lustrilanang, Kabid Advokasi BKKBN Provinsi NTT Kudji Rihibiha, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefanus Say, sejumlah anggota DPRD Fraksi Gerindra dan masyarakat  Desa Bloro Kecamacan Nita. (js)

Tag: