Kebakaran Di Bea Laing Poco Ranaka Tewaskan Empat Penghuni Rumah

Empat korban tewas dalam kebakaran rumah di Desa Bangka Pau Kecamatan poco Ranaka, Jumat 8 Desember 2017.

Floressmart—Kebakaran rumah di Bea Laing, Desa Bangka Pau Kecamatan Poco Ranaka Kabupaten Manggarai Timur Flores, pada Jumat dini hari, 8 Desember 2017, menewaskan empat orang penghuni rumah. Korban yang merupakan satu keluarga itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Mereka masing-masing bernama Milkior Namat (58) bersama istrinya Yovita Di (56), menantu Milkior bernama Maria Goreti Sumarni (30) serta anak Maria,bernama Leonel yang masih berumur 18 bulan.

Baca juga  TNI Bersama Warga Bangun Kembali SDN Leda

Sementara, anak sulung Melkior, Stefanus Kandil bersama anak pertamanya yang berumur 4 tahun bisa selamat dari amukan si jago merah. Bapak dan anak itu saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit dr. Ben Mboi Ruteng karena menderita luka bakar.

Seperti disaksikan, rumah Milkior yang berada di RT 001/RW 001 Desa Bangka Pau ini sudah rata dengan tanah, hanya tersisa puing-puing. Polisi yang datang ke tempat kejadian langsung melakukan usai melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Olah TKP baru selesai pada pukul 8.00 WITA. Polisi dari Polres Manggarai kemudian mengevakuasi  para korban ke RSUD dr Ben Mboi untuk menjalani visum et repertum.

Kronologi

Ditemui di TKP, Kanisius Jematu, warga yang rumahnya bersebelahan dengan rumah yang terbakar, menuturkan, mengetahui kebakaran itu setelah merasakan panas pada  dinding kamar tidurnya. Saat itu kata Kanisius, api mulai merambat ke rumahnya.

Baca juga  656 Rumah Tidak Layak Huni Di Manggarai Diperbaiki Tahun Ini

“Karena kamar kami panas saya pun terbangun dan saat itu juga terdengar teriakan ada kebakaran di rumah bapak Milkior. Saya dan anak-anak bangun dan langsung memadamkan api di dinding rumah kami yang mulai terbakar. Itu sekitar pukul 03.20 WITA,” ujar Kanisius ditemui di lokasi kejadian.

“Setelah api di dinding rumah saya padam, kami bersama warga kemudian berusaha memadamkan rumah bapak Milkior, tapi usaha kami sia-sia api sudah berkobar tinggi. Kami pasrah sudah pak sampai jam 5 pagi api padam sendiri,” kata pria 55 tahun ini menambahkan.

Baca juga  Kembali Beroperasi,Warga “Serbu” Kantor Dukcapil Manggarai

Dijelaskan Kanisius, empat korban itu ditemukan di tiga tempat berbeda. Kata dia, korban Milkior ditemukan di pintu kamar mandi, sementara istrinya ditemukan di ruang tengah sementara menantu dan anaknya ditemukan hangus di kamar tidur mereka.

“Bapak Milkior mungkin sempat berusaha memadamkan api namun meninggal di pintu kamar mandi,” tambahnya.(js)

Tag: