Keikhlasan John Nahas dari Calon Wabup Jadi Ketua Timses

Foto SARNAS versi Frans Sarong- Nahas Yohanes dan Frans Sarong- Kasmir Don.

Floressmart— Golkar dan Gerindra merombak duet Frans Sarong- Nahas Yohanes pada 7 Januari 2018, persis sehari jelang jadwal pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati ke KPU Matim (8-10 Januari). Seperti diberitakan, posisi Nahas Yohanes  diganti oleh Sekertaris Gerindra Manggarai Timur, Kasmir Don.

Pasangan Frans Sarong- Kasmir Don pun langsung mengantongi SK dukungan DPP Golkar dan Gerindra dan siap mendaftar di KPU Matim. Sementara Nahas Yohanes sendiri dipercayakan menjadi Ketua Tim Pemenangan Frans Sarong- Kasmir Don. Usai didapuk menjadi Ketua Timses, langkah  pertama yang diambilnya yakni tidak mengubah akronim SARNAS (Sarong-Nahas) yang telah dibentuknya bersama kolega dia di Partai Beringin, Frans Sarong.

Baca juga  TPDI : Maju Pilkada Matim, Kapolres Manggarai Harus Mundur dari Polri

“Tetap SARNAS karena masih ada kemiripan Sarong-Nahas menjadi Sarong-Kasmir,” ujar  Nahas ketika dihubungi Senin malam 8 Januari 2018.

Kenapa mengganti formasi?

Nahas Yohanes,politisi Golkar yang akrab dipanggil John Nahas kemudian menjelaskan panjang lebar soal pergantian dirinya. Kata dia, pergantiannya terjadi setelah melewati dinamika yang cukup alot. DPP Golakar, kata John, tidak mau gagal mengusung calon di Pilkada Manggarai Timur 2018 apalagi waktu pendaftaran calon bupati dan wakil bupati ke KPU Matim tinggal menghitung jam. Situasi yang kian mepet itu mendorong petinggi DPP Golkar melobi Partai Gerindra yang kebetulan belum mengusung kandidat.

Namun dalam perjalanan kata John Nahas, deal politik dua partai ini mengalami kebuntuan . Gerindra memploting calon bupati dengan alasan partai besutan Prabowo Subianto ini memiliki 4 kursi DPRD sementara Golkar hanya punya 3 kursi DPRD Matim. Sementara Golkar kekeh mepertahankan duet Frans Sarong-John Nahas sebab keduanya sudah sekian lama melakukan sosialisasi di akar rumput.

Baca juga  Lamar Partai Hanura, ASET Janjikan Kemenangan

Situasi itu membuat John Nahas dilematis. Dihadapan DPP Golkar ia akhirnya menyatakan legowo jika posisinya diganti dengan catatan Golkar tetap mengusung calon bupati yakni Frans Sarong. Tampaknya keikhlasan John Nahas yang kemudian melancarkan lobi politik yang dibangun DPP Golkar bersama Gerindra, sehingga akhirnya dua partai itu bersepakat mengawinkan Frans Sarong- Kasmir Don sebagai calon bupati dan wakil bupati.

“Saya memang awalnya sangat dilematis, di satu sisi saya  memikirkan reaksi keluarga besar juga simpatisan dan relawan SARNAS yang telah lama bekerja di lapangan, namun di sisi lain nasib partai mesti  selamatkan. Tentu Golkar tidak mau jadi penonton atau menggantung sia-sia makanya saya rela saya out dari pencalonan,” tuturnya.

Baca juga  Jelang Pilgub NTT, Panwaslu Manggarai Larang Bupati Mutasi Pejabat

 

John Nahas berkata,ia telah menjelaskan langkah yang diambilnya kepada keluarga besarnya. Kata dia, keluarga dia di Ruteng dan di Manggarai Timur justru mengapresiasi sikap politik dia.

“Saya berterima kasih untuk apresiasi yang diberikan keluarga besar,” imbuhnya.

Kini mantan Ketua DPRD Manggarai Timur ini putar otak bagaimana cara memenangkan duet Frans Sarong-Kasmir Don selepas ia diberi tanggung jawab sebagai ketua tim pemenangan paket SARNAS.

” Koalisi parpol pendukung SARNAS akan menggelar rapat besar bersama simpatisan dan relawan SARNAS yang telah dibentuk. Termasuk rencana pendaftaran SARNAS ke KPU Matim yang diagendakan dilakukan pada Rabu 10 Januari 2018,”  tutupnya. (js)

 

Tag: