Ngeri dengan Kasus Pedofilia di Matim, Ini yang Akan Dilakukan Wabup Agas

 

Wakil Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas (Photo : floressmart).

Floressmart—Hari-hari belakangan ini secara beruntun media menurunkan berita-berita mengerikan, ada anak bakar mama serta anak membunuh ayah kandung kemudian seorang bapak tega setubuhi anaknya sendiri juga ada tetangga “ukur badan” dengan anak tetangga. Semua peristiwa yang bikin bergidik itu terjadi di Manggarai Timur NTT.

Saking banyaknya, Polres Manggarai terpaksa mengambil alih sebagian besar kasus kekerasan seksual terhadap anak dari tingkat Polsek. Kepolisian bahkan menyebut empat kecamatan sebagai zona menonjol kasus kejatan seksual yakni, Kecamatan Lamba Leda, Elar, Sambi Rampas serta Kecamatan komba. Lalu bagaimana sikap Pemda setempat menyikapi ini?.

Baca juga  Malam Pamit Menginap di Kebun, Esoknya Anggalus Ditemukan Tewas Gantung Diri

Wakil Bupati Matim, Agas Andreas ketika dihubungi floressmart.com, Selasa 23 Januari 2018 mengecam keras kekerasan seksual yang menimpa anak dibawah umur. Atas nama Pemda Matim, ia menyampaikan simpati dan empati kepada semua korban.

“Saya mengutuk tindakan pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur yang  terjadi di Manggarai Timur. Saya juga menyampaikan rasa simpati yang dalam untuk korban dan keluarganya,” ujar Wabup Agas Andreas.

Baca juga  Heboh Iptu Aldo Terima Uang dalam Kasus Pasir, Ini Respon Polres Manggarai

Menyikapi tingginya kasus kejatahatan pedofilia di daerahnya, Wabup Agas segera melakukan rapat dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Kelurga Berencana serta elemen terkait.

“Terus terang ini merupakan kejahatan kemanusiaan serius yang patut menjadi atensi pemerintah daerah,” ungkapnya.

Wabup Agas Andreas yang akan bertarung pada  Pilkada serentak 2018 sebagai calon bupati Matim berkeinginan menjadikan Manggarai Timur sebagai kabupaten “Ramah Anak”.

“Kedepan kata bangun gerakan peduli perempuan dan anak melalui forum resmi. Pengurusnya kita libatkan orang-orang yang jadi korban selama ini. Yang pernah jadi korban KDRT kita angkat mereka jadi pengurus. Bila perlu pelaku-pelaku yang sudah insaf dilibatkan,” ujarnya menambahkan.

Baca juga  PMKRI Temui Kapolres Manggarai yang Baru,Tanya Perkembangan Kasus OTT Iptu Aldo

Forum tersebut kata Agas, bisa dijadikan gerakan pencerahan,baik untuk korban ataupun untuk mereka yang pernah jadi pelaku.

“Kalau misalnya 20 dari 50 orang yang ada dalam forum itu berubah saya kira itu luar biasa sudah untuk Manggarai Timur. Nanti fokusnya tidak melulu ke korban tapi mencoba mengurai soal dari perspektif pelaku,” cetusnya. (js)

Tag: