Figur Populer Tapi Mau Jadi Cawagub, Ini Penjelasan Chris Rotok

Cawagub NTT, Christian Rotok saat berkampanye di halaman Rumah Gendang Namut Cumbi. (Photo : floressmart)

Floressmart— Memulai kampanye di tanah kelahirannya, Manggarai, calon Wakil Gubernur NTT, Christian Rotok menyapa massa pendukungnya di halaman Rumah Gendang Namut Desa Cumbi Kecamatan Ruteng, Rabu 7 Maret 2018.

Kegiatan kampanye yang dimulai pada pukul 10.45 WITA ini diawali dengan serangkaian ritual adat bersama para pemangku adat yang datang dari sejumlah Rumah Gendang di Kecamatan Ruteng.

Sementara itu, di depan halaman, hampir 1000 orang pendukung Christian terus meneriaki yel-yel dukungan untuk pasangan nomor urut 1, Esthon-Chris.

Baca juga  Lagu Ngkiong yang Bikin Pendukung Menangis dan “NTT Menggugat” Pidato BKH yang Bernas

Saat menyampaikan pidato politik, CR tampak irit bicara program. Salah satu sosok paling berpengaruh di bumi Congka Sae ini menjelaskan panjang lebar alasan dia maju sebagai wakil gubernur NTT mendampingi Cagub Esthon Foenay.

Massa pendukung Esthon-Chris memenuhi halaman Rumah Gendang Namun (Photo :floressmart)

Menurut Christian, Esthon-Chris merupakan duet yang ideal, sama-sama eks pemimpin. Esthon Foenay, mantan Wakil Gubernur NTT dan Christian Rotok sendiri merupakan bupati Manggarai selama 10 tahun (periode 2005-2015).

Lebih dari itu kata Rotok,  ia dan Esthon pernah maju sebagai calon gubernur NTT tahun 2013 dan sama-sama meraup suara signifikan.

Baca juga  Christian Rotok Berang Karena Gubernur NTT ‘Buang’ Ruteng-Iteng Lalu Ambil Ruas Cumbi-Golo Cala

“Pak Esthon punya 515 ribu dan saya punya 323 ribu suara pada Pilgub NTT 2013. Waktu itu pak Frans Leburaya (Gubernur NTT-red) menang dengan selisih 600 suara dengan pak Esthon. Kalau sekarang dua kekuatan ini digabungkan tentu sangat kompetitif,” kata Christian Rotok, dihadapan pendukungnya.

Lebih lanjut CR, panggilan akrab Christian menjelaskan, jika di Pilkada NTT tahun 2018 ini ia maju sebagai calon wakil gubernur, itu karena ia tidak sedang mengincar kekuasaan selain ingin terlibat dalam mengelola pemerintahan dan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Baca juga  Panwas Manggarai Tangani 7 Kasus Politik Uang

“Bagi saya, mengurus rakyat tidak harus menjadi gubernur. Prinsipnya, saya harus menjadi pemain, ketimbang jadi penonton. Saya mesti terlibat penuh dalam system untuk mengelola pemerintahan demi memakmurkan rakyat NTT ,” ujar Christian.

Dikatakannya, jika terpilih, Esthon-Chris bersepakat akan menerapkan sistem kerja sama tanpa sekat antara jabatan gubernur dan peran wakil gubernur.

“Saya juga telah sampaikan ke pak Esthon begini, kalau kita terpilih, lantas bapak (Esthon) menjadikan saya sebagai bunga penghias meja, maka saya saat itu juga menyatakan mundur dari jabatan sebagai wakil gubernur,” ungkap Christian disambut tepuk tangan pendukungnya.

Dalam kesempatan itu, Christian Rotok menghimbau agar masyarakat NTT menolak politik uang dan politisasi isu SARA. (js)

Tag: