Terkait Penembakan Ferdi,Polisi Amankan 5 Pucuk Senjata

Foto ilustrasi hunting-air-rifle-with-optic

Floressmart—Proyektil sudah dikeluarkan dari kepala almarhum Ferdinandus Taruk (23), warga Kelurahan Karot Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur yang ditembak orang tak dikenal akhir Maret 2018 lalu.

Tim dokter forensik Polda NTT yang melakukan otopsi telah menyerahkan secara resmi proyektil tersebut ke pihak Polres Manggarai. Sayangnya, polisi belum bisa mempublikasikan ukuran proyektil.

Kepala Satuan Reskrim Polres Manggarai, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Wira Satria Yudha mengatakan, selain proyektil hasil otopsi, penyidik juga mengamankan lima pucuk senjata jenis gejluk (senapan angin pompa).

Baca juga  Sebelas Hari Melarikan Diri, Dua Napi Ini Hanya Makan Ubi dan Pisang di Hutan

“ Satu proyektil  dan lima pucuk senapan akan dibawa ke Puslabfor Polda Bali untuk kepentingan penyelidikan,” kata AKP Wira Satria dihubungi Selasa malam (10/4).

“Besok (Rabu) saya yang bawa  ke Polda Bali. Setelah ada rilis dari Labfor Polda Bali baru kita bisa umumkan jenis proyektil dari senapan yang mana,” ujarnya.

Baca juga  Sambangi Rumah Korban Penembakan, BKH: Polisi Mesti Kerja Cepat agar Tidak Muncul Spekulasi

Dikatakan Kasat Wira, gejluk yang disita merupakan milik warga yang ikut dalam operasi eliminasi anjing liar di Kelurahan Karot saat terjadinya penembakan almarhum Ferdi.

Sebagai pengingat, Ferdi ditembak pada Selasa malam, 27 Maret lalu. Bersamaan dengan pelaksanaan giat eliminasi anjing liar di sekitar lokasi kejadian. Keluarga korban menyebut, tim yang tergabung dalam Tikor (tim koordinasi) eliminasi anjing liar terdiri unsur TNI, Polri ,ASN ditambah warga.

Baca juga  Korban Peluru Nyasar Meninggal, Keluarga Desak Polisi Tangkap Pelaku

Sejumlah saksi telah diperiksa, antara lain Bhabinkantibmas Kelurahan Karot, Babinsa serta dua orang ASN.

Sebelumnya ,Humas Polres Manggarai, Ipda Daniel Djihu memastikan, anggota TNI dan Polri saat mendampingi eliminasi anjing tidak menggunakan senjata api.

“Bhabinkantibmas memang tidak memegang senjata. Diduga kuat peluru yang ditembakan ke kepala korban berasal dari senapan jegluk milik sipil yang tergabung dalam tim elimiasi anjing liar ,” kata Ipda Djihu. (js)

Tag: