Sambangi Rumah Korban Penembakan, BKH: Polisi Mesti Kerja Cepat agar Tidak Muncul Spekulasi

Yos Syukur tengah menjelaskan perkembangan kasus penembakan Ferdinandus Taruk ke BKH. (photo : floressmart).

Floressmart—Calon gubernur NTT, Benny K Harman (BKH) tengah menuntaskan jadwal kampanye di zona Manggarai Raya. Disela-sela kegiatan yang begitu padat dengan blusukan, BKH berkesempatan menyambangi rumah almarhum Ferdinandus Taruk di Kelurahan Karot Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai,Rabu 25 April 2018. Ferdi begitu almarhum biasa disapa meninggal setelah ditembak orang  tak dikenal pada 27 Maret 2018 lalu.

Dipantau, BKH tiba di rumah orang tua almarhum di Karot Tadong, sekitar pukul 09.30 WITA. BKH yang datang bersama rombongan HARMONI (Benny K Harman-Benny Litelnoni) diterima ibunda almarhum, Monika Ngunur bersama sejumlah anggota keluarga.

Dalam kesempatan itu BKH menyampaikan rasa turut berduka cita atas meninggalnya pemuda 23 tahun tersebut seraya memohon maaf karena saat korban meninggal pada 7 April 2018 lalu di Rumah Sakit dr Ben Mboi Ruteng, ia tidak sempat melayat lantaran waktu itu BKH dan Benny Litelnoni harus menyelesaikan serangkaian kegiatan kampanye di Flores bagian Timur, Pulau Timor dan Sumba.

Baca juga  Ketika Gugatan Ke MK Itu Dijadikan Lahan Judi

Selama berada di rumah almarhum, BKH dijelaskan kronologi kejadian dan perkembangan penyelidikan kasus ini yang dinilai lamban. Yos Syukur yang selama ini dipercayakan sebagai juru bicara pihak keluarga kepada BKH menuturkan, hampir satu bulan proses pengungkapan kasus penembakan ini berjalan tapi kinerja polisi masih jauh dari harapan pihak keluarga korban.

Padahal kata Yos, saksi-saksi TKP, dan tim eliminasi anjing liar termasuk Bhabinkantibmas Kelurahan Karot dan Babinsa telah diperiksa. Belum lagi enam pucuk  gejluk (senapan angin pompa)  milik tim eliminasi juga telah diamankan. Sebagai pengingat, penembakan korban Ferdinandus pada 27 Maret 2018 terjadi saat tim yang terdiri dari anggota Polri dan TNI serta sipil tengah melaksanakan giat elimiasi anjing liar di wilayah Kelurahan Karot.

Baca juga  Hasil Uji Balistik Peluru Kasus Ferdi Taruk Segera Dikirim ke Ruteng

“Ini kesannya ditutup-tutupi. Apa karena ada keterlibatan aparat dalam giat eliminasi itu,” ungkap Yos.

Lebih lanjut disampaikan Yos ke BKH, polisi juga tidak transparan menjelaskan status proyektil yang dikeluarkan dari kepala korban dua hari setelah korban wafat. Sebab menurut Yos Syukur, usai otopsi pengangkatan proyektil , polisi menyampaikan kepada media bahwa proyektil berbahan kuningan.

“Tapi polisi tidak bisa menjelaskan status proyektil apakah berasal dari senjata api atau dari gejluk. Kan mereka (polisi ) lebih tau, peluru gejluk bahan apa dan peluru senjata  api berbahan apa. Keluarga hanya diminta bersabar sampai menunggu hasil uji proyektil yang diteliti di laboratorium forensik Polda Bali,” beber Yos.

Yos Syukur berkata, keluarga korban pada intinya berharap agar BKH juga ikut mengawal proses penyelidikan kasus ini.

“Sebagai mantan ketua Komisi III DPR RI, pak BKH tentunya  memiliki akses dengan Polri. Pada kesempatan ini kami menyampaikan bahwa kepolisian lamban mengungkap kasus penembakan ini. Kami minta agar pak BKH juga memberi atensi terhadap proses penyelidikan kasus ini,” kata Yos Syukur.

Baca juga  Diserang Hujatan, Ini Jawaban Yeni Deno

Usai menyimak informasi yang disampaikan Yos Syukur, BKH mahfum dengan situasi psikis keluarga korban utamanya ibu korban.

Namun BKH berharap agar pihak keluarga tetap bersabar sambil kepolisian merampungkan proses penyelidikan yang telah memasuki tahapan yang paling menentukan setelah proyektil peluru berbahan kuningan  yang dikeluarkan dari kepala korban selesai diteliti di Labfor Denpasar.

“Dengan bukti dan kerangan saksi yang telah dikumpulkan penyidik ditambah proyektil peluru telah diperiksa di Labfor, artinya polisi segera tangkap pelaku penembakan. Saya pun berharap agar kepolisian bekerja cepat, sehingga tidak menimbulkan spekulasi yang macam-macam. Saya juga pasti ikut pantau perkembangan kasus ini,” kata BKH.

Sebelum meninggalkan rumah  korban, BKH kemudian menelpon seseorang yang diduga pejabat kepolisian. Mantan Ketua Komisi III DPR RI dalam sambungan telpon itu meminta agar polisi segera mengungkap pelaku dan motif penembakan itu. (js)

Tag: