Minder karena Tak Pernah Tumbuh Rambut, Pemuda di Konggang Gantung Diri

Jenazah Florianus dievakuasi dari TKP ke RS dr Ben Mboi Ruteng. (photo : floressmart)

Floressmart—Damianus Barut (33) terperanjat begitu melihat Florianus Kasman saudara sepupu yang  tinggal bersamanya selama ini tewas gantung diri di depan teras rumahnya di Konggang Kelurahan Waso kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur, Jumat pagi 4 Mei 2018 sekira pukul 06.30 WITA.

Tidak diketahui persis kapan aksi bunuh ini dilakukan. Menurut Damianus, malam sebelum kejadian, Florianus tampak seperti biasa.

“Selesai makan malam, nonton televisi kemudian tidur. Saya kira dia gantung diri subuh tadi,” ujar Damianus disela-sela olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Baca juga  Empat Bocah Di Rambe Wae Ri'i Tewas Di dalam Lubang Jamban

Tim Inafis Polres Manggarai saat olah TKP tidak menemukan hal-hal yang mencurigakan di tubuh korban selain luka bekas tali yang menjerat leher korban. Jenazah pemuda 21 tahun ini kemudian diturunkan dan segera dievakuasi ke Rumah Sakit dr Ben Mboi Ruteng untuk kepenting visum et repertum.

Selain mengamankan barang bukti tali nilon warna biru yang diikatkan pada balok teras rumah, polisi juga mengamankan rambut palsu yang dipakai korban. Sementara di kamar korban  polisi menemukan sepucuk surat yang menunjukan bahwa aksi bunuh diri ini memang telah direncanakan sebelumnya.

Humas Polres Manggarai Ipda Daniel Djihu di TKP mengatakan, motif bunuh diri ini dilakukan karena korban malu dengan keadaanya yang  tidak pernah ditumbuhi rambut sejak ia lahir 21 tahun silam.

Baca juga  Bersih-Bersih di Manggarai?

“Di dalam suratnya itu korban menulis permohonan maaf kepada kedua orang tuanya di kampung. Korban ini minder kepalanya tidak ditumbuhi rambut sejak ia kecil. Memang tadi waktu olah TKP korban memakai rambut palsu,” ujar Inspektur Polisi Dua (Ipda) Daniel Djihu.

Ditambahkan Ipda Djihu, di surat tersebut korban juga menulis bahwa dua hari sebelumnya korban rela menjual hape, uangnya dipakai ke dokter untuk mengetahui penyebab sampai ia botak.

Sementara itu, Damianus Barut, menuturkan, korban yang merupakan kerabat dekatnya tinggal bersamanya semenjak korban mendaftar di SMA Negeri II Langke Rembong. Kata Damianus, korban tamat SMA tahun 2016 lalu dan memilih tetap tinggal bersamanya di Konggang Kelurahan Waso.

Baca juga  Geger, Penemuan Mayat Di Bangka Leda Ruteng

Selain itu, Damianus membenarkan, bahwa korban memang sering mengeluhkan kondisi kepalanya yang tidak pernah tumbuh rambut.

“Flori ini selalu malu keluar rumah makanya dia tidak kerja . Padahal dari sejak ia sekolah di SMAN II memang sudah pakai rambut palsu tapi tetap saja malu. Saya dan istri selama ini menjelaskan berkali-kali ke dia bahwa botak permanen bukan berarti penyakit atau kutukan,” ungkapnya.

Usai di otopsi, jenazah Florianus dibawa ke rumah orang tuanya di Redong Desa Benteng Tubi Kecamatan Rahong Utara Manggarai. (js)

Tag: