Forkopimda Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kantor Kejaksaan Negeri Manggarai

 

Wakil Bupati Manggarai, Viktor Madur, meletakan batu dan campuran semen ke dalam galian tiang utama kantor kejasaan Negeri Manggarai, Rabu, 4 Juli 2018. (photo ; floressmart)

Floressmart—Peletakan batu pertama pembangunan kantor Kejaksaan Negeri Manggarai Nusa Tenggara Timur dilakukan Rabu 4 Juli 2018 pukul 10.30 WITA oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Manggarai di Jalan Adhyaksa No 1 Ruteng.

Disaksikan, peletakan batu dan campuran semen ke dalam galian tempat tiang utama dilakukan secara berturut-turut oleh Wakil Bupati Manggarai, Viktor Madur, Kepala Kejaksaan Negeri Manggarai, Sukoco, Ketua Pengadilan Negeri Ruteng, Sarlota Marselina Suek  serta perwira kepolisian yang mewakili Kapolres Manggarai.

Pejabat Pemda Manggarai yang mendampingi Wabup Madur antara lain, Sekertaris Daerah, Manseltus Mitak, Kepala Dinas PU, Adi Empang, Asisten Bidang Pembangunan, Si Ketut Suastika. Hadir juga, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Manggarai, H. Amir Kelilauw bersama imam masjid.

Baca juga  Disdukcapil Pindah ke Kantor Bupati Manggarai,Tim Jakarta Mulai Pasang Perangkat SIAK

Dalam sambutan, Kajari Sukoco menyampaikan terima kasihnya atas atensi pemerintah  pusat  yang telah menganggarkan biaya pembangunan gedung  baru menggantikan kantor Kejari Manggarai yang hangus terbakar pada 18 Februari 2017 lalu.

“Tidak lama setelah peristiwa kebakaran itu kita langsung ajukan anggaran pembangunan gedung baru dan pada akhir tahun 2017 kita dapatkan jawaban bahwa usulan kita dianggarkan tahun 2018 ini,” ujar Sukoco.

Ia juga mengapresiasi sinergitas dan koordinasi yang dibangun bersama Pemda Manggarai selama ini.

“Sehari setelah kantor lama terbakar, Pemda Manggarai langsung menyediakan tempat berikut fasilitasnya  untuk dijadikan kantor sementara. Lebih dari itu, kita sampaikan ucapan terima kasih yang tinggi karena Pemda telah menghibahkan tanah yang cukup besar  sehingga kantor baru bisa dibangun,”  tambah Sukoco.

Sukoco menekankan agar PT. Sahabat Karya Sejati selaku kontraktor dapat menyelesaikan pembangunan gedung empat lantai ini tepat waktu yakni 180 hari kerja sesuai kontrak.

Baca juga  Manggarai Darurat Rabies, 23 Oktober Mulai Eliminasi Anjing

“ Yang pasti proyek ini diawasi ketat selain oleh kita (TP4D) juga dari Kejaksaan Agung,” tandasnya.

Senada dengan Kajari Sukoco, Wakil Bupati Viktor Madur berharap agar kontraktor pelaksana fokus dan tuntas menyelesaikan proyek dengan pagu sebesar Rp 21 miliar rupiah ini.

“Saya minta enu Moni Ambang (kontraktor) fokus dan selesainya tepat waktu ya, karena ini proyeknya empat lantai dengan anggaran besar maka butuh tenaga kerja banyak sehingga sesuai kontrak awal Desember 2018 bisa selesai,” kata Wabup Viktor.

Laporan singkat kegiatan

Pada kesempatan yang sama, John Jehan, perwakilan PT. Sabanah Kupang yang mengawasi proyek ini memaparkan bahwa gedung  tersebut dibangun di atas lahan seluas 2552 meter persegi terdiri bangunan utama empat lantai tipe rumah adat dengan struktur beton bertulang sisi menerus ditambah bangunan penunjang dibagian baratnya bergaya minimalis.

Baca juga  Pemilik Toko Dapat Kopi Pahit Karena Buang Sampah Sembarangan

Untuk keseluruhan bagian dindingnya kata Jehan, dominan menggunakan kaca lebar serta partisi gipsum. Kemudian bagian atap menggunakan bahan ACP (Alumunium Composite Panel).

Menurut Jehan, sejak dimulainya pekerjaan yakni tanggal 8 Juni lalu, progress pengerjaan penggalian dan pondasi terbilang cukup cepat yakni 3,997% dari target 4,441 persen dengan nilai deviasi sebesar 0,44 persen.

“Saya kira dengan progres semacam ini menunjukkan bahwa pihak pelaksana bertanggungjawab dengan kotrak,” ungkap John Jehan dalam laporan singkatnya.

Sementara, kotraktor pelaksana, Monika Ambang,  optimis pembangunan gedung tersebut selesai tepat waktu. Sejumlah peralatan untuk kebutuhan pekerjaan tahap lanjut kata Moni telah didatangkan dari Surabaya dan saat ini sedang dalam perjalanan dari Maumere menuju Ruteng.

“Satu dua hari kedepan peralatan besar sudah bisa disiagakan di lokasi proyek,” ujarnya sembari mengatakan jumlah tenaga kerja yang disiapkan sebanyak 200 orang .

“Nanti terbagi dalam empat shift selama 24 jam, mereka kerjanya dari pagi sampai pagi. Sebagai tambahan, keselamatan kerja seluruh tenaga kerja proyek ini telah dilindungi oleh BPJS ketenagakerjaan,” tambahnya. (js)

Tag: