Menteri Koperasi dan UKM Puji Pertumbuhan Koperasi di NTT

 

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, Deputi Pengawasan Koperasi, Suparno,Bupati Manggarai Deno Kamelus, Senator asal NTT Andre Garu foto bersama dalam acara penutupan HUT Koperasi ke-71 di Ruteng, Sabtu 7 Juli 2018. (photo : floressmart).

Floressmart—Menteri Koperasi  dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, AAGN. Puspayoga memberi apresiasi kepada Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya yang telah  mendukung penuh program pemberdayaan koperasi.

Menurut Puspayoga, keberadaan koperasi di NTT menjadi vital dalam menumbuhkan pemerataan ekonomi, sekaligus dapat berkontribusi secara lebih signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di 22 kabupaten kota di NTT.

Baca juga  Menteri Koperasi Resmikan Gedung Kopkardios, Gubernur Lebu Raya Daftar Jadi Anggota

“Menurut data sosial ekonomi strategis Badan Pusat Statistik Tahun 2018, pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT Tahun 2017 sebesar 5,16 % atau masih di atas pertumbuhan ekonomi nasional, yaitu 5,07 persen,” ungkap Puspayoga dalam sambutannya yang dibacakan Deputi Pengawasan Kemen KUKM, Suparno dalam acara penutupan HUT Koperasi ke-71 tingkat Provinsi NTT di Ruteng ibu kota Kabupaten Manggarai, Sabtu, 7 Juli 2018.

Baca juga  Gubernur Lebu Raya Tutup Hut Koperasi ke 71 Sekaligus Pamit

“Selain pertumbuhan ekonomi, yang perlu diperhatikan juga masalah kesenjangan ekonomi di masyarakat, yang diukur dengan Gini Ratio. Untuk Provinsi NTT ini tercatat sebesar 0,359 atau masih lebih baik dari Gini Ratio Nasional sebesar 0,391. Angka mendekati 0 berarti tidak ada kesenjangan ekonomi,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan, indikator pertumbuhan ekonomi dan pemerataan ekonomi ini penting untuk dijadikan referensi dalam pembangunan koperasi di suatu wilayah, karena koperasi dijadikan wadah bagi kelompok masyarakat yang ingin mencapai kesejahteraan secara bersama-sama.

Baca juga  Kampung Diserang,Warga mengungsi Ke Kantor Bupati

“Kontribusi Koperasi terhadap PDB Nasional tahun 2016 mencapai 3,99 persen. Selanjutnya pada tahun 2017, diperkirakan kontribusi anggota koperasi terhadap PDB Nasional sebesar 4,48 persen, atau meningkat 0,49 persen,” kata Puspayoga.

Ia juga salut atas kepedulian masyarakat NTT terhadap koperasi karena ada puluhan ribu orang yang bergabung dalam sebuah koperasi, sehingga ada sedikitnya 6 (enam) Koperasi di Provinsi NTT yang masuk dalam jajaran 100 Koperasi Besar di Indonesia, yakni Kopdit Pintu Air, Kopdit Obor Mas, Kopdit Sangosay, Kopdit Swasti Sari, Kopdit Kasih Sejahtera dan Kopdit Ankara.

“Meskipun koperasi-koperasi tersebut bergerak di sektor usaha simpan pinjam, namun saya yakin bahwa anggota yang mendapat pembiayaan adalah anggota yang produktif,” ujarnya. (js)

Tag: